Bahlil Sebut Kenaikan Harga Pertamax Sudah Dihitung Secara Bijak, BBM Subsidi Tetap Stabil

IVOOX.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, telah dilakukan melalui perhitungan yang matang dan mempertimbangkan kondisi pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil menanggapi kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026. Penyesuaian harga itu merupakan bagian dari mekanisme evaluasi yang dilakukan oleh Pertamina maupun badan usaha swasta penyedia BBM.
Menurut Bahlil, penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi dan bisnis sehingga tetap berjalan secara proporsional.
“Sudah tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya,” kata Bahlil dikutip dari youtube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tetap membedakan kebijakan antara energi bersubsidi dan nonsubsidi. Untuk BBM nonsubsidi, harga akan mengikuti perkembangan pasar dan faktor keekonomian yang berlaku.
“Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” ujarnya.
Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi yang memperoleh subsidi negara. Menurutnya, masyarakat pengguna BBM bersubsidi dan LPG subsidi tidak perlu khawatir karena hingga saat ini tidak ada perubahan harga yang diberlakukan.
Ia menegaskan bahwa kebijakan perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang berhak menerima subsidi energi tetap menjadi prioritas pemerintah.
“Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu,” kata Bahlil.
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green sebelumnya diumumkan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan, dengan Pertalite berada di level Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.


0 comments