ASEAN Para Games 2025 Resmi Dibuka di Nakhon Ratchasima Tailan | IVoox Indonesia

15 Maret 2026

ASEAN Para Games 2025 Resmi Dibuka di Nakhon Ratchasima Tailan

peserta ASEAN Para Games 2025 Thailand
Sejumlah perwakilan kontingen Indonesia, yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial tim, berjalan dalam momen parade kontingen negara peserta ASEAN Para Games 2025 Thailand, 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa (20/1/2026) malam. ANTARA/Donny Aditra

IVOOX.id – Pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara yakni ASEAN Para Games 2025 Thailand yang merupakan edisi ke-13, resmi dibuka usai obor dinyalakan, di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa, 20 Januari 2025, malam.

Mengutip Antara, obor dinyalakan setelah empat perwakilan atlet dari tuan rumah bergantian membawanya sambil mengelilingi kontingen yang duduk di tengah stadion.

Sebelum prosesi penyalaan obor dilakukan, rangkaian acara pembukaan dimulai dengan pertunjukan musik, tarian, kembang api, serta parade kontingen.

Tailan mengusung konsep penyelenggaraan yang menonjolkan semangat kesetaraan dan kebanggaan kolektif, sebagaimana tercermin dalam motto edisi kali ini, yaitu "Create Pride Together".

Moto tersebut menjadi representasi semangat persatuan seluruh atlet, ofisial, dan masyarakat dalam membangun kebanggaan bersama melalui olahraga.

Dalam pidato kerajaan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, Raja Tailan Maha Vajiralongkorn menyampaikan sambutan kepada seluruh kontingen negara peserta dan harapan agar pesta olahraga disabilitas dua tahunan itu bisa semakin memperkuat persahabatan antarnegara, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Setelah menyampaikan harapannya, Raja yang kerap dipanggil Rama X itu, kemudian secara resmi membuka ASEAN Para Games ke-13.

Terpisah, Menpora Erick Thohir mengimbau para atlet tampil lebih fokus menghadapi pertandingan,

Dia mengatakan, semua atlet, pelatih, ofisial tim tidak perlu terlalu memikirkan berbagai kekurangan pelayanan yang mungkin terjadi, selama penyelenggaraan ajang tersebut.

"Semuanya harus menunjukkan kalau Indonesia bukan bangsa yang suka mengeluh dan lebih bagus fokus untuk menghadapi pertandingan ke depan," kata Erick usai menyaksikan upacara pembukaan, Selasa (20/1/2025), dikutip dari Antara.

Menurut dia, hal terpenting bagi kontingen Indonesia adalah menjaga konsentrasi, mental bertanding, serta semangat juang, demi mencapai target prestasi yakni 82 medali yang telah ditetapkan.

Dia menambahkan, segala dinamika nonteknis sebaiknya tidak mengganggu persiapan maupun performa atlet di arena pertandingan.

Sebab, sikap profesional dan fokus pada tujuan utama jauh lebih penting, sehingga energi dan perhatian seluruh tim tercurah sepenuhnya pada pertandingan.

"Dan yang paling penting dari parade kontingen tadi, Indonesia menampilkan budaya khas seperti baju adat daerah dan lainnya, yang menunjukkan keberagaman budaya di Tanah Air bersatu dalam semangat olahraga untuk bangsa dan negara," ujar pria yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.

ASEAN Para Games 2025 Thailand dipusatkan di Provinsi Nakhon Ratchasima, pada 20-26 Januari. Namun, khusus cabang olahraga Tenpin Bowling, diselenggarakan di Kota Bangkok.

APG 2025 diselenggarakan di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF).

Sesuai dengan kebijakan federasi, negara tuan rumah SEA Games juga bertindak sebagai tuan rumah ASEAN Para Games pada periode yang sama.

Nakhon Ratchasima menjadi lokasi utama upacara pembukaan dan penutupan.

Sebanyak 493 medali emas akan diperebutkan 11 negara peserta, dari 19 cabang olahraga dan dua cabang ekshibisi.

Negara-negara peserta yakni Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Total atlet yang berpartisipasi sebanyak 1.700 orang.

Kontingen Indonesia mengikuti 18 cabang olahraga, di antaranya para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda.

Total 290 atlet dari 18 cabang olahraga itu akan berjuang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.

0 comments

    Leave a Reply