ASDP Tambah Armada Kapal di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Jelang libur Iduladha | IVoox Indonesia

May 26, 2026

ASDP Tambah Armada Kapal di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Jelang libur Iduladha

Aktivitas kapal feri di penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk
Aktivitas kapal feri di penyeberangan lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali). ANTARA/Novi Husdinariyanto

IVOOX.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) menjelang libur Iduladha 2026 dengan mendatangkan kapal perbantuan yakni KMP Rodhita. 

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Arief Eko mengatakan, penambahan armada perbantuan KMP Rodhita yang sebelumnya beroperasi di lintasan Padangbai (Bali)-Lembar (Lombok) ini untuk antisipasi potensi peningkatan volume kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk.

"Kapal feri perbantuan ini berukuran 1.236 GT, dan memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran, dan diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode libur Iduladha," kata Arief di Banyuwangi, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Antara.

Arief mengatakan, fokus utama di lapangan adalah menjaga kelancaran distribusi kendaraan secara bertahap dan tertib, dan antrean yang terbentuk harus tetap bergerak. "Itu yang paling penting, oleh karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali," katanya.

Arief mengatakan, kepadatan antrean penyeberangan sudah terurai pada Minggu, 24 Mei 2026, sejak pukul 12.30 WIB. “Jalur utara dari arah Situbondo yang sebelumnya sempat mengalami antrean hingga sekitar Grand Watu Dodol kini kembali normal dengan kendaraan logistik tertampung di area Pelabuhan Bulusan," katanya.

Ia menambahkan, ASDP Cabang Ketapang juga mengoptimalkan fungsi kantong parkir Pelabuhan Bulusan sebagai bagian dari manajemen trafik terpadu yang mampu menampung hingga 400 unit truk logistik. "Ada penambahan personel BKO disiagakan di titik-titik penting untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang," katanya.

Airef mengimbau kepada masyarakat yang akan menyeberang saat libur Iduladha 1447 Hijriah agar merencanakan perjalanan lebih awal, dengan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima demi kenyamanan dan keselamatan perjalanan.

Waspada Cuaca Ekstrem Selat Bali

Sementara, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan mewaspadai cuaca ekstrem di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Perubahan kondisi cuaca di Selat Bali berdampak pada penyesuaian operasional kapal, terutama saat proses manuver sandar dan bongkar muat yang harus dilakukan lebih hati-hati," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Andale di Jembrana, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Antara.

Situasi itu, kata dia, menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah titik di sekitar pelabuhan.

Namun pihaknya memastikan penanganan dilakukan cepat dan terukur agar arus kendaraan tetap bergerak.

Pihaknya memahami adanya peningkatan waktu tunggu masuk kapal yang menjadi perhatian pengguna jasa, namun dalam kondisi cuaca yang dinamis seluruh proses pelayanan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

"Keselamatan tidak bisa dikompromikan dan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” katanya.

Terkait kesiapan menghadapi libur Hari Raya Iduladha, menyusul insiden dua kapal kandas di lintasan Ketapang–Gilimanuk beberapa waktu lalu, menurut dia ASDP melakukan evaluasi operasional bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan.

Evaluasi itu, kata dia, mencakup penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga kesiapsiagaan petugas lapangan.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, kantong parkir di Bulusan yang mampu menampung 400 unit truk akan dimaksimalkan.

"Pada titik-titik krusial juga akan ditempatkan petugas untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang," katanya.

Selain itu, menurut dia, akan ada tambahan armada kapal yaitu KMP Rodhita yang memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran.

0 comments

    Leave a Reply