AFTECH Tegaskan Tata Kelola dan Kepercayaan Jadi Fondasi Masa Depan Industri Fintech | IVoox Indonesia

May 14, 2026

AFTECH Tegaskan Tata Kelola dan Kepercayaan Jadi Fondasi Masa Depan Industri Fintech

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir

IVOOX.id – Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan teknologi unggulan atau tech champions untuk memperkuat daya saing ekonomi digital nasional. Namun menurutnya, pertumbuhan industri fintech harus dibangun di atas tata kelola yang kuat dan inovasi yang bertanggung jawab.

“Kalau kita ingin industri ini naik kelas, maka seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha harus step up. Integrate. Collaborate. Move faster. Kita membangun industri yang tidak hanya tumbuh cepat, tetapi tumbuh dengan cara yang dipercaya dan memberi dampak nyata bagi sektor riil Indonesia,” ujar Pandu dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Rabu (13/5/2026).

Ia menilai industri fintech Indonesia kini memasuki fase baru setelah sejumlah perusahaan digital besar mulai mencatatkan profitabilitas usai bertahun-tahun membangun fondasi bisnis. Menurutnya, hal itu menjadi sinyal bahwa model bisnis ekonomi digital Indonesia semakin matang dan berkelanjutan.

Meski demikian, Pandu mengingatkan masih terdapat tantangan struktural yang harus dibenahi, terutama ekosistem keuangan digital yang dinilai masih terfragmentasi dan berjalan sendiri-sendiri di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang dinaungi AFTECH menunjukkan pertumbuhan signifikan. Saat ini AFTECH memiliki 208 perusahaan anggota dengan 17,17 juta pengguna Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK), 77,32 juta hit Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA), serta transaksi yang difasilitasi PAJK mencapai Rp2,11 triliun.

Menurut Friderica, pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital sekaligus kemampuan industri menjangkau sektor underserved dan kebutuhan riil UMKM.

“Pertumbuhan tersebut baru memiliki makna jika dibangun di atas fondasi yang benar. Saya menitipkan tiga arahan untuk memperkuat kontribusi AFTECH dan industri ITSK bagi Indonesia. Pertama, memperkuat inklusi, tetapi inklusi yang bertanggung jawab. Kedua, bangun kepercayaan dengan mengutamakan integritas dan tata kelola. Ketiga, seimbangkan inovasi dan regulasi,” ujar Friderica.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut fintech memiliki peran penting dalam mendukung agenda transformasi digital dan pembiayaan pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas.

“Kalau kami tidak percaya fintech, tidak percaya AFTECH, kita tidak bisa tumbuh lebih cepat, kita tidak bisa tumbuh lebih tinggi, kita tidak bisa tumbuh lebih merata,” katanya.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap industri fintech di tengah pertumbuhan ekonomi digital nasional. Ia meminta AFTECH menjadi garda terdepan dalam memperkuat transparansi, perlindungan konsumen, dan penegakan kode etik industri.

“Saya ingin mengajak kita untuk membuat lari fintech Indonesia tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berdampak. Industri fintech harus mampu menjaga kepercayaan publik di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang terus menguat,” ujar Juda.

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 di Soehana Hall, kawasan SCBD, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Forum tertinggi organisasi tersebut membahas pengesahan laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan tahun 2025, sekaligus menyetujui program kerja serta anggaran organisasi untuk 2026.

RUA AFTECH 2026 dihadiri sejumlah regulator dan pemangku kepentingan sektor keuangan nasional, mencerminkan posisi AFTECH yang semakin strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong transformasi keuangan digital Indonesia.

Dalam rangkaian RUA tersebut, AFTECH juga menandatangani nota kesepahaman dengan Hong Kong Web3.0 Standardization Association untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ekosistem keuangan digital dan Web3.

0 comments

    Leave a Reply