266 Orang Cabut Baiat dari NII dan Bergabung ke NKRI | IVoox Indonesia

February 16, 2026

266 Orang Cabut Baiat dari NII dan Bergabung ke NKRI

aBUDY6155
Anggota Negara Islam Indonesia (NII) mengikuti prosesi pencabutan baiat dan deklarasi NKRI di Gedung Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025). Sebanyak 266 orang mantan pengikut NII dari tujuh Faksi di Wilayah Jawa Barat mencabut baiat dan mendeklarasikan diri ke pangkuan NKRI serta mengembalikan pemahaman terhadap nilai-nilai pancasila dan UUD 1945. Kegiatan cabut baiat ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian vital dari upaya pemerintah memulihkan wawasan kebangsaan dan mengembalikan para peserta ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). IVOOX/Budi Yanto

IVOOX.id – Sebanyak 266 orang melepaskan diri dan mencabut baiat (pengukuhan) dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka menyatakan bergabung dalam NKRI dengan menunjukkan tindakan simbolis mencium bendera merah putih.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, Provinsi Jabar merupakan provinsi dengan dinamika sosial tinggi karena mobilitas penduduk besar, perkembangan digital cepat, serta aktivitas keagamaan yang intensif. Kondisi tersebut menjadikan Jabar sebagai daerah yang strategis, namun juga rawan menjadi sasaran infiltrasi ideologi ekstrem.

Untuk mengatasi hal itu, kata ia Pemdaprov Jabar melalui Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan mengadakan penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi kepada siswa-siswi sekolah hingga mahasiswa. Tujuannya, agar mereka tidak bisa disusupi oleh organisasi-organisasi terlarang di Indonesia.

"NKRI harga mati, Pancasila adalah fondasi yang menyatukan kita," kata Erwan dalam prosesi pencabutan baiat dan deklarasi NKRI dari 7 Faksi POK NII Wilayah Jawa Barat, yang dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Kamis (11/12/2025).

Menurut ia, kegiatan cabut baiat kelompok NII Jabar merupakan momen pemulihan, pemurnian niat, sekaligus kemenangan nilai kebangsaan dan Islam yang damai dan penuh kasih sayang.

Para mantan anggota NII akan dirangkul, dibimbing, dan dipastikan dapat kembali berkontribusi sebagai warga negara yang baik.

Erwan menyatakan, Pemdaprov Jabar mengapresiasi langkah Polri, khususnya Densus 88, yang selama ini tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga program deradikalisasi yang humanis dan memberdayakan. 

Pemdaprov Jabar berkomitmen penuh untuk melanjutkan kolaborasi itu sehingga setiap proses kembali ke NKRI dapat berlangsung aman, bermartabat, dan berkelanjutan.

“Mari terus kita jaga Jawa Barat sebagai provinsi yang aman, toleran, dan kuat dalam nilai kebhinekaan,” kata Erwan. 

0 comments

    Leave a Reply