Wapres Gibran Instruksikan Bantuan Terus Diberikan pada Korban Terdampak Gempa NTT, Termasuk Pengungsi Mandiri

IVOOX.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming telah menginstruksikan pemberian bantuan terus diberikan kepada masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk kepada para pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah lokasi.
Wapres Gibran Rakabuming saat meninjau posko pengungsi di Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Jumat, 21 Agustus 2026, menyampaikan pemerintah telah menyiapkan bantuan kepada warga yang masih tinggal di posko pengungsian dan pendaftaran juga dilakukan untuk mereka yang melakukan pengungsian mandiri, tidak tergabung dalam pusat pengungsian.
"Saya perintahkan untuk segera didistribusikan, terutama yang pengungsi mandiri," ujar Wapres Gibran Rakabuming dalam dialog dengan warga di Kabupaten Manggarai, dikutip dari Antara.
Tidak hanya itu dia juga meminta kepada masyarakat yang mengenal pihak yang melakukan pengungsian mandiri untuk mempermudah pendataan kebutuhan yang diperlukan.
"Nanti bilang ke teman-temannya lebih baik menyatu di sini. Makan, pengobatan semua ada di sini," kata Wapres menambahkan.
Pemberian bantuan sendiri sudah dilakukan oleh pemerintah sejak gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah titik di wilayah NTT.
Dengan yang terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima total bantuan logistik sebanyak 34,38 ton dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) serta berbagai pasokan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.
Dia mengatakan pemerintah juga terus mendata rumah masyarakat yang rusak atau bahkan kini berada dalam kondisi hancur akibat gempa. Dalam pertemuan dengan para pengungsi dia menanyakan apakah sudah terdaftar untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah.
Selain itu, Wapres juga dalam peninjauan ke tenda perawatan pengungsi juga memastikan kenyamanan dan perawatan terus diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
"Sakitnya apa? Bapak dan ibu sudah dapat makan kan?" tanya Wapres kepada pasien dan pendampingnya yang sudah beberapa hari di pengungsian sejak gempa terjadi pada Sabtu.
Dalam kesempatan itu Wapres juga meninjau Puskesmas Reo yang mengalami kerusakan karena gempa.
Selain Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Wapres sebelumnya juga mengunjungi sejumlah titik pengungsian dan rumah sakit di Kabupaten Sikka.
Menhub Pastikan Distribusi Logistik Korban Gempa NTT Tak Terganggu
Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan infrastruktur transportasi yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mengganggu distribusi logistik sehingga penyaluran bantuan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Menurut Dudy, kerusakan infrastruktur transportasi akibat gempa di NTT tidak mengganggu distribusi logistik sehingga pelayanan transportasi tetap berjalan dengan baik.
"Oh enggak, enggak. Sama sekali tidak berpengaruh. Sama sekali tidak berpengaruh," kata Menhub menjawab pertanyaan awak media ditemui usai menghadiri Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Antara.
Dudy mengatakan berdasarkan laporan terakhir dari lapangan, kondisi bandara maupun pelabuhan tidak mengalami dampak signifikan meski terdapat beberapa fasilitas terminal yang mengalami kerusakan ringan akibat gempa.
Ia menjelaskan hanya sekitar dua terminal yang terdampak gempa sehingga pemerintah segera membersihkan puing-puing dan melakukan perbaikan menggunakan anggaran kedaruratan yang telah tersedia saat ini.
Menurut Dudy, percepatan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas agar pelayanan transportasi segera kembali normal dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana.
Dudy menegaskan kerusakan fasilitas transportasi tidak mempengaruhi arus logistik karena distribusi barang dan kebutuhan masyarakat di NTT tetap berlangsung dengan lancar hingga sekarang.
Meski demikian, ia mengakui terdapat hambatan distribusi pada sejumlah jalur darat akibat longsoran yang menutup akses menuju beberapa kawasan terdampak gempa di Pulau Flores.
Sebagai solusi, Kementerian Perhubungan mendorong pemanfaatan jalur laut menggunakan kapal untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan darat akibat gangguan pada jaringan jalan.
Dudy menambahkan karakteristik Pulau Flores sebagai wilayah kepulauan memungkinkan distribusi logistik dialihkan melalui transportasi laut sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
"Kami menyarankan kalau misalnya memang terkena longsoran, karena NTT itu kan kepulauan, jadi bisa dikelilingi oleh kapal untuk mencapai wilayah-wilayah yang tadinya sulit dicapai oleh angkutan darat," ucapnya.
TNI AL Kerahkan Helikopter untuk Distribusi Bantuan Logistik
Sementara itu, TNI AL mengerahkan Helikopter Bell-412 EP/HU-4206 untuk mendistribusikan bantuan pangan ke wilayah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mengutip Antara, siaran pers resmi TNI AL, Jumat, 21 Agustus 2025, menjelaskan bahwa pengerahan helikopter dilakukan TNI AL untuk mempercepat pendistribusian logistik dari posko ke tempat bencana.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan, helikopter itu berasal dari dari Skuadron 400 Wing Udara 2 Puspenerbal.
Helikopter itu, kata Tunggul, pada Kamis, 20 Agustus 2026, terbang melewati rute Labuan Bajo (LBJ)–Ende (ENE)–Reo (REO) dan kembali ke Labuan Bajo.
Selama rute itu, dia melanjutkan, helikopter tersebut membawa logistik makanan seberat 400 kilogram untuk dibagikan ke warga di beberapa lokasi gempa.
"Kami menyalurkan sebanyak 400 kilogram bantuan logistik yang terdiri dari gula, kopi, sarden, beras, mi instan, teh, susu, dan mentega," kata Tunggul, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Antara.
Namun demikian, Tunggul tidak merinci di lokasi mana saja logistik itu dibagikan.
Dia melanjutkan, hingga saat ini helikopter itu masih terus beroperasi membagikan bantuan logistik ke beberapa titik.
Dia memastikan helikopter tersebut akan terus disiagakan untuk bertugas di area gempa hingga kondisi di NTT kondusif.
Terpisah, Basarnas memberangkatkan lima tenaga kesehatan ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso mengatakan bahwa pengerahan dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta mempercepat penanganan medis bagi masyarakat terdampak bencana.
"Pengerahan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dasar secara cepat," kata Edy, Jumat (21/8/20226), dikutip dari Antara.
Pemberangkatan tenaga kesehatan tersebut menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ (HR-3604) milik Basarnas yang sore ini bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju helipad Ronting di Desa Satar Kampas.
Sebanyak lima tenaga kesehatan yang berasal dari Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar dan Pusat Krisis Kesehatan Makassar tersebut kemudian diterbangkan menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kampung Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Adapun tim kesehatan yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel pendukung administrasi dan logistik guna memfasilitasi kebutuhan medis di lokasi darurat.
Selain dukungan evakuasi dan mobilisasi medis udara, Edy menyatakan bahwa personel Basarnas dari Kantor SAR Maumere bersama relawan SAR diarahkan untuk mengintensifkan pemantauan lapangan, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah daerah demi pembaruan data korban dan pemetaan kebutuhan warga.
"Hingga Jumat sore, personel Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur potensi SAR dilaporkan masih bersiaga penuh di lapangan dengan mengedepankan prinsip kecepatan, keselamatan, dan koordinasi terpadu pascagempa," cetusnya.


0 comments