Wamenkes Sebut Belum Ada Kenaikan Jumlah Kasus Kesehatan di Libur Lebaran | IVoox Indonesia

22 Maret 2026

Wamenkes Sebut Belum Ada Kenaikan Jumlah Kasus Kesehatan di Libur Lebaran

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono
Arsip - Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (depan kiri, mengenakan baju putih) menyapa seorang pemudik yang sedang Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

IVOOX.id – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa hingga Sabtu, 21 Maret 2026, atau hari pertama Idulfitri 2026 tercatat belum terjadi lonjakan jumlah kasus kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di tanah air.

"Kita memantau lewat Pusat Krisis, belum ada lonjakan kejadian luar biasa untuk penyakit apapun di rumah sakit-rumah sakit," kata Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (21/6/2026), dikutip dari Antara.

Pihaknya terus memantau kondisi kesehatan masyarakat lewat Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Menurut dia, biasanya kenaikan kasus kesehatan yang dilaporkan oleh fasilitas kesehatan terjadi setelah masa libur Lebaran usai.

"Nanti setelah libur," kata dia.

Untuk menekan kenaikan kasus pasca-Lebaran, dokter-dokter menyiasatinya dengan membekali para pasien mereka dengan jumlah obat yang cukup untuk digunakan hingga masa libur Lebaran selesai.

"Jadi kita membekali pengobatan sebelum liburan, itu yang paling penting. Pengobatan sebelum liburan itu kita berikan obat sampai masa liburnya selesai," kata Dante.

Menurut dia, baik pasien dewasa maupun pasien anak dengan kondisi kesehatan yang serius mendapatkan perhatian lebih untuk mencegah kondisi mereka memburuk pasca-Hari Raya Idulfitri.

"Semua, dewasa maupun anak-anak yang memiliki riwayat penyakit kronis, contohnya penyakit diabetes, hipertensi, itu semuanya kita tangani," kata Dante.

Ia memastikan kesiapsiagaan fasilitas-fasilitas kesehatan di tanah air selama libur Lebaran 2026.

"Walaupun masyarakat libur, tetapi rumah sakit tidak ada yang libur, kecuali polikliniknya. Poliklinik libur tetapi ada Unit Gawat Darurat, di mana masyarakat kalau ada keluhan, ada sakit, itu bisa masuk ke Unit Gawat Darurat," katanya.

Menurut dia, dalam satu atau dua hari ini, tidak ada operasi elektif atau operasi non-darurat di rumah sakit-rumah sakit.

Namun, untuk operasi cito atau operasi darurat tetap tersedia.

"Operasi kecelakaan, harus pasang pen, itu bisa langsung dilakukan," katanya.

Selama libur Lebaran, fasilitas kesehatan menyiagakan sejumlah dokter untuk bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Dokter-dokter kita stand by untuk rumah sakit-rumah sakit, untuk pelayanan-pelayanan yang sifatnya emergency," katanya.

Jumlah dokter yang disiagakan di IGD tergantung dari tipe rumah sakit.

"Tergantung tipe rumah sakitnya, besar rumah sakitnya, besarnya fasilitas unit gawat darurat, itu akan menentukan jumlah dokternya. Kalau seperti di RSCM, mungkin ada sekitar 30-40 dokter yang siaga setiap harinya. Kalau RSUD, untuk RSUD kecil ya satu dokter, ada yang lima dokter juga untuk RSUD besar," kata Dante.

Selain kesiapsiagaan rumah sakit-rumah sakit, Kementerian Kesehatan juga mendirikan posko-posko kesehatan di jalur mudik.

"Kita selain menyediakan fasilitas pelayanan rumah sakit, juga menyediakan posko-posko kesehatan di jalur mudik," kata Dante.

0 comments

    Leave a Reply