Wamen HAM Sebut Polri Tangani Kasus Ibu Hamil Tertembak di Papua | IVoox Indonesia

July 9, 2026

Wamen HAM Sebut Polri Tangani Kasus Ibu Hamil Tertembak di Papua

Wakil Menteri HAM Mugiyanto
(ka-ki) - Astamaops Polri Komjen Pol Fadil Imran, Wakil Menteri HAM Mugiyanto, dan Kepala Badan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksamana Muda TNI Farid Ma’ruf memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty

IVOOX.id – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyebut kasus ibu hamil yang meninggal dunia akibat tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, ditangani secara menyeluruh oleh Polri.

Menurut dia, sempat ada pemikiran untuk membentuk tim investigasi, tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari Polri terkait penanganan kasus tersebut, pembentukan tim investigasi tersebut belum dibutuhkan saat ini.

“Sebetulnya kami sempat memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan. Tapi Pak Astamaops Pak Fadil Imran sudah menjelaskan bahwa proses tersebut sedang ditangani menyeluruh, sehingga belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan, tim investigasi. Jadi sedang ditangani,” kata Mugiyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan bahwa tim akan berkunjung ke rumah keluarga korban untuk melakukan identifikasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan.

“Kami mengupayakan untuk turun bertemu dengan keluarga korban untuk memastikan negara hadir. Jadi kami akan mengidentifikasi kebutuhanya apa,” kata Mugiyanto.

Menurut dia, kebutuhan awal yang dibutuhkan oleh keluarga korban adalah dukungan psikologis.

“Yang kami bayangkan kebutuhan penguatan psikologis itu biasanya di perlukan, dan juga hal-hal yang bersifat mendesak,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pemulihan dan penanganan persoalan di Papua agar tanggung jawab pemerintah dapat dijalankan.

Mugiyanto menegaskan bahwa hak asasi manusia harus dipahami secara komprehensif, karena tidak hanya berkaitan dengan hak sipil dan politik, tetapi juga mencakup hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, seperti hak atas kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan perumahan.

“Itu semua menjadi tantangan besar di Papua. Kami ingin pastikan semua bisa terpenuhi. Semua dapat diwujudkan ketika terdapat keamanan dan situasi yang kondusif sehingga masyarakat dapat bersekolah, memperoleh layanan kesehatan, serta menjalani aktivitas sebagaimana mestinya,” kata Mugiyanto.

Kementerian HAM melakukan rapat koordinasi memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri dalam penanganan persoalan di Papua.

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Pol Fadil Imran, dan Kepala Badan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksamana Muda TNI Farid Ma’ruf, serta jajaran Kementerian HAM.

Astamaops Polri Komjen Pol Fadil Imran menjelaskan tidak perlu membentuk tim tambahan, karena penanganan kasus penembakan tersebut untuk mencari pelakunya sudah berjalan dengan baik.

Dia menyebut, Polri berkolaborasi dengan TNI di lapangan dalam melakukan penegakan hukum terkait kasus tersebut.

“Saya kira tidak perlu (tim investigasi). Jadi tim Satgas Damai Cartens, Satgas Gakkum sudah bekerja tinggi koordinasi di lapangan teknisnya bagaimana untuk menemukan tersangkanya,” kata Fadil, dikutip dari Antara.

Tidak hanya kasus ibu hamil yang tertembak, Polri juga menangani kasus penembakan terhadap pendeta, serta kasus pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo, yang mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat Nicholas F Goselin meninggal dunia.

Sebelumnya, Komnas HAM menghimpun informasi awal terkait kontak senjata antara aparat keamanan dari Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis, 2 Juli 2026, malam.

Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Melkiana Duwitau yang sedang mengandung tujuh hingga delapan bulan meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah terkena peluru saat berada di rumahnya.

Komnas HAM juga mencatat eskalasi kekerasan di Papua dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jatuhnya korban antara lain seorang pendeta, seorang prajurit TNI, seorang anggota kelompok bersenjata, dan seorang pilot pesawat perintis berkewarganegaraan asing.

Dari informasi yang diterima Komnas HAM, pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat Nicholas F. Goselin meninggal dunia, sementara tujuh penumpang dilaporkan selamat.

0 comments

    Leave a Reply