Wakil Ketua DPR Minta Sekolah Perkuat Edukasi Digital Setelah Ledakan di SMAN 72 | IVoox Indonesia

January 17, 2026

Wakil Ketua DPR Minta Sekolah Perkuat Edukasi Digital Setelah Ledakan di SMAN 72

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat mengunjungi Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (7/11/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

IVOOX.id – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti dugaan pengaruh media sosial terhadap insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyebabkan puluhan siswa terluka. Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat agar sekolah meningkatkan edukasi digital kepada para siswa, khususnya terkait kehati-hatian dalam menerima dan meniru konten daring.

“Antara lain mungkin tadi karena pengaruh yang dilihat di media-media sosial,” ujar Dasco usai meninjau para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dasco menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang ia terima, pelaku ledakan diduga merupakan siswa berusia 17 tahun. Namun ia menegaskan bahwa informasi lengkap mengenai motif maupun runtutan kejadian masih berada dalam ranah penyelidikan pihak kepolisian. Ia meminta seluruh pihak menunggu pernyataan resmi.

“Soal ini biar nanti pihak yang berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan ke rekan media,” kata politikus Fraksi Gerindra tersebut.

Sebelumnya, seorang siswa kelas XI SMAN 72 berinisial S memberi kesaksian bahwa bom rakitan yang ditemukan di area masjid sekolah diduga dibawa oleh seorang siswa yang kerap menjadi korban perundungan. S menyebut adanya tiga bom rakitan, dua di antaranya meledak.

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” ujar S.

Ia menjelaskan bahwa ledakan terjadi sesaat setelah khutbah Jumat selesai dan sebelum iqomah dikumandangkan. Dentuman keras memicu kepanikan di antara siswa serta jamaah yang memenuhi masjid sekolah. Banyak siswa berlarian keluar sambil menutup telinga, sementara beberapa lainnya mengalami luka bakar maupun cedera akibat terpental.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan korban. Hingga Jumat siang, total ada 54 siswa yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 21 siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara 33 lainnya masih dirawat.

“Dari 54 siswa, 27 berada di RS Islam Jakarta dan 6 di RS Yarsi. Dari 54 tinggal 33 orang, 21 sudah pulang dalam kondisi sudah baik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Beberapa korban yang masih dirawat mengalami luka bakar serta gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan di dalam ruang tertutup. Budi menyampaikan bahwa kondisi para korban terus dipantau dan diharapkan seluruh siswa dapat segera pulih dan kembali ke aktivitas belajar.

DPR meminta sekolah-sekolah memperkuat literasi digital untuk mencegah siswa terpapar konten berbahaya yang berpotensi ditiru tanpa pemahaman risiko. Selain itu, sejumlah pihak menilai insiden ini menjadi dorongan bagi lingkungan sekolah untuk lebih peka terhadap dinamika pergaulan siswa, termasuk indikasi perundungan yang sering kali luput dari perhatian.v

0 comments

    Leave a Reply