Wakil Indonesia Terhenti di Semifinal Orleans Masters 2026 | IVoox Indonesia

24 Maret 2026

Wakil Indonesia Terhenti di Semifinal Orleans Masters 2026

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Nikolaus Joaquin (kanan) dan Raymond Indra
Arsip foto - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Nikolaus Joaquin (kanan) dan Raymond Indra (kiri) bereaksi usai kalah dari lawannya ganda putra Malaysia Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin pada babak final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU

IVOOX.id – Wakil Indonesia gagal meraih gelar di ajang BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2026, Ornelas Prancis. Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana terhenti di babak semifinal Orleans Masters 2026.

Mengutip Antara, Leo/Bagas harus mengakui ketangguhan ganda China Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dua gim langsung 19-21, 10-21 pada pertandingan di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Sabtu, 21 Maret 2026.

Leo mengatakan bahwa dari segi permainan cukup berimbang, namun sejumlah kesalahan yang dilakukannya langsung dimanfaatkan lawan untuk bisa mendulang poin demi poin.

"Secara permainan kami merasa hari ini berimbang tapi mereka sangat safe sementara kami banyak melakukan kesalahan sendiri," ungkap Leo, dikutip dari Antara.

"Mereka juga terus menarik saya ke belakang dan mas Bagas banyak bermain di depan dan itu membuat kami kesulitan," imbuhnya.

Senada dengan Leo, Bagas mengatakan bahwa di gim pertama mampu bermain imbang menahan gempuran ganda China tersebut.

Tetapi faktor kesalahan-kesalahan yang dilakukan malah berbalik dan membuat mereka akhirnya takluk.

"Sebenarnya ada peluang di gim pertama, setelah tertinggal jauh kami bisa menyamakan skor 19-19 tapi saya terburu-buru dan malah tiga kali melakukan kesalahan sendiri," ujar Bagas, dikutip dari Antara.

Terhentinya ganda unggulan ketiga pada turnamen ini, sekaligus memupus asa tim bulu tangkis Indonesia untuk bisa memboyong gelar Orleans Masters 2026 di sektor ganda putra.

Sementara, pebulu tangkis Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengevaluasi gaya permainan mereka setelah kandas di babak semifinal Orleans Masters 2026.

Dalam laga semifinal yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Sabtu, 21 Maret 2026, Rachel/Febi harus mengakui ketangguhan ganda Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi dua gim langsung 10-21, 20-22.

Setelah pertandingan usai, Rachel menguraikan bahwa kondisinya yang cukup tegang menjadi salah satu faktor hilangnya koordinasi dalam menerapkan skema selama pertandingan ini.

"Hari ini kami bermain cukup tegang dan karena mereka pasangan baru jadi ada pola dan gaya permainan baru yang membuat kami cukup kebingungan," kata Rachel, dikutip dari Antara.

Sementara itu, Febi mengatakan bahwa variasi serangan dari ganda Jepang tersebut sangatlah menyulitkannya selama pertandingan.

"Mereka punya banyak variasi permainan dan depannya benar-benar ditutup dan mencari posisi terus. Ini membuat kami ragu-ragu untuk mengembalikan bola," ungkap Febi, dikutip dari Antara.

Rachel berharap dengan kekalahan ini ke depannya mampu menerapkan sejumlah evaluasi terutama dalam skema bertahan.

"Dari sini kami harus lebih siap dan dikuatkan lagi posisi bertahannya apalagi dengan kondisi shuttlecock yang kencang. Harus lebih tenang lagi," ujar Rachel.

Dengan kandasnya ganda unggulan kedelapan itu di babak semifinal sekaligus memupus asa tim bulu tangkis Indonesia untuk mengangkat gelar juara Orleans Masters di sektor ganda putri pada tahun ini.

Nasib serupa juga dialami pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang kandas dari perempat final Orleans Masters 2026.

Dalam babak perempat final yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Jumat 20 Maret 2026, Raymond/Joaquin mengakui ketangguhan ganda Denmark Christian Faust Kjær/Rasmus Kjæer lewat drama rubber gim 18-21, 21-12, dan 14-21.

"Kami harus belajar kontrol emosi. Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi," ujar Joaquin, dikutip dari Antara.

Senada dengan Joaquin, Raymond mengaku bahwa segi fokus masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ketika seusai tur Eropa kali ini.

"Kuncinya di start gim ketiga, kami terlalu terburu-buru dan tidak tenang. Tidak seperti di gim kedua. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan bagaimana menjaga fokus di situasi rubber game," kata Raymond yang merupakan unggulan ketiga dalam turnamen ini tersebut, dikutip dari Antara.

Dengan kandasnya Raymond/Joaquin maka Indonesia dipastikan akan nirgelar di sektor ganda putra Orleans Masters 2026.

0 comments

    Leave a Reply