Wakil Indonesia Melaju ke Babak Final Indonesia Masters 2026

IVOOX.id – Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, ganda putra Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, serta tunggal putra Richie Duta Richardo melaju ke babak final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.
Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melaju ke final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan pasangan Korea Selatan Moon In Seo/Park Seul dalam dua gim langsung.
Pada pertandingan semifinal di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Oktober 2026, Isyana/Rinjani menang dengan skor 21-12, 21-19 untuk memastikan tempat di partai puncak turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 100 tersebut.
Hasil itu menjadikan Isyana/Rinjani satu-satunya wakil Indonesia dari sektor putri yang berhasil mencapai final.
Seusai pertandingan, Isyana mengakui kemenangan pada gim pertama diraih relatif mudah karena kondisi angin yang menguntungkan permainan mereka.
Namun, pasangan Korea Selatan tampil lebih siap pada gim kedua sehingga Isyana/Rinjani harus mengubah pola permainan untuk mengatasi perlawanan lawan.
"Antisipasinya dengan menjaga bola-bola datar lawan karena sebelumnya kami memainkan bola-bola datar dan itu lebih enak. Namun, pada gim kedua, lawan lebih siap sehingga kami mengubah pola dengan bermain satu-satu terlebih dahulu. Setelah merasa nyaman, baru melancarkan serangan," kata Isyana, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan permainan menyerang menjadi strategi yang lebih efektif untuk mengumpulkan poin dibandingkan terlalu sering mengangkat bola.
"Karena dari tadi kalau kami menyerang, lebih banyak poinnya daripada kalau terlalu banyak membuka permainan," ujarnya.
Pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 25 Oktober 2026, Isyana/Rinjani akan menghadapi pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan.
Isyana mengaku belum pernah menghadapi pasangan Thailand tersebut.
Sementara itu, Rinjani mengatakan pernah bertemu dengan salah satu pemain Thailand itu pada Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia (Asia Junior Championships/AJC), meskipun ketika itu keduanya bermain dengan pasangan berbeda.
Menurut Rinjani, pola permainan pasangan Thailand tidak jauh berbeda dengan mereka karena sama-sama mengandalkan kemampuan bermain di depan maupun belakang lapangan.
"Pola mainnya hampir sama dengan kami. Mereka cukup dominan untuk bermain di depan maupun belakang. Hal terpenting adalah keyakinan kami saja besok bisa menang," kata Rinjani, dikutip dari Antara.
Isyana/Rinjani berharap dapat mempertahankan penampilan terbaik pada final sekaligus meraih gelar juara di hadapan pendukung bulu tangkis Indonesia.
Sementara, ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino juga lolos ke babak final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, setelah mengalahkan Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio dengan skor 21-18, 17-21, 22-20.
Rian/Daniel memastikan tempat di partai puncak setelah melewati pertandingan semifinal yang berlangsung tiga gim di GOR Djarum Arena Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Usai pertandingan, Rian mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera meski harus bekerja keras untuk mengatasi perlawanan rekan senegaranya tersebut.
Ia mengakui terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri pada gim ketiga sehingga membuat lawan semakin percaya diri.
Namun, Rian/Daniel mampu membalikkan keadaan hingga mengamankan kemenangan.
"Meskipun tertinggal jauh perolehan poinnya dengan lawan, kami saling komunikasi. Mau tertinggal berapa pun, kami coba lebih fokus untuk setiap poinnya," ujar Rian di Kudus, Sabtu (24/10/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia, situasi tertinggal dalam perolehan poin juga beberapa kali terjadi ketika mereka berlatih bersama Taufik/Ongkytama. Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka kehilangan keyakinan untuk mengejar ketertinggalan.
"Jadi, mau ketinggalan berapa pun, kita coba buat lebih fokus saja karena sebelum 21 itu masih ada harapan," ujarnya.
Senada dengan Rian, Daniel mengaku bersyukur bisa melewati pertandingan tanpa cedera dan meraih kemenangan.
Ia menyebut tekanan dari lawan mulai terasa pada akhir gim kedua hingga gim ketiga. Meski demikian, mereka berusaha terus mengejar poin dan menjaga permainan hingga pertandingan berakhir.
"Perasaannya senang, pastinya. Kami berdua pertama kali final Super 100 ini dan kami masih belum puas. Kami harus maksimal lagi besok di final dan semoga saja lancar jadi juara," ujar Daniel, dikutip dari Antara.
Sementara itu, pasangan Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio mengaku kecewa karena gagal memanfaatkan keunggulan pada gim penentuan.
Ongkytama menilai mereka sempat berada dalam posisi menguntungkan sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan.
Ia mengakui keinginan untuk segera menyelesaikan pertandingan membuat mereka terburu-buru ketika lawan mulai mengejar perolehan poin.
Situasi tersebut membuat mereka kehilangan ketenangan dan kesulitan mempertahankan keunggulan.
"Kami sudah bisa dibilang 90 persen menang, tetapi belum bisa memanfaatkan itu. Akhirnya, keadaan berbalik," ujar Taufik.
Pada pertandingan final, Minggu, 25 Oktober 2026, Rian/Daniel akan menghadapi pasangan Korea Selatan Jin Yong/Jo Song Hyun untuk memperebutkan gelar juara turnamen bulu tangkis tingkat BWF World Tour Super 100 tersebut.
Tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo juga melaju ke final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, setelah mengalahkan wakil China Zhu Xuan Chen pada semifinal di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Richie menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 13-21, 21-16 di GOR Djarum Arena, sekaligus membalas kekalahan dari Zhu pada pertemuan mereka pekan lalu.
"Bersyukur bisa meraih kemenangan, sehingga bisa membalas kekalahan pada minggu lalu," kata Richie seusai pertandingan, dikutip dari Antara.
Ia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera maupun kendala lainnya.
Richie mengatakan kesabaran menjadi salah satu kunci permainannya pada gim pertama. Meski Zhu memiliki variasi pukulan, lawannya juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.
Namun, Richie mengakui permainannya mengendur pada gim kedua sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri.
Saat tertinggal cukup jauh, ia memilih menghemat tenaga untuk menghadapi gim penentuan.
"Beruntung, pada gim ketiga setelah interval tadi, posisi menang angin. Sehingga harus memainkan tempo lebih cepat. Beruntung, pada gim ketiga sudah mengetahui strateginya dan menjalankan arahan dari pelatih. Eksekusinya juga berjalan dengan baik," ujarnya.
Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mencapai final turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100.
"Bisa lolos ke final Super 100 ini juga yang pertama kalinya, sehingga sangat senang. Tetapi belum merasa puas sebelum bisa menang di final melawan wakil China lagi," katanya.
Pada partai final, Richie akan menghadapi wakil China lainnya, Dong Tian Yao.
Richie mengaku belum pernah bertemu Dong dalam pertandingan resmi sehingga akan mempersiapkan diri untuk menghadapi laga penentuan gelar tersebut.
Sementara, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Dhinda Amartya Pratiwi gagal melaju ke final Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil China Xu Wen Jing akibat penampilannya terganggu cedera jari kaki kanan.
Pada pertandingan semifinal di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Oktober 2026, Dhinda menyerah dua gim langsung dengan skor 12-21, 12-21.
"Sejak Jumat (23/10) malam, jari kelingking kaki kanan saya mengalami peradangan akibat kapalan dan terasa sakit saat digunakan untuk berjalan maupun menapak," kata Dhinda seusai pertandingan, dikutip dari Antara.
Dhinda mengatakan telah mendapatkan penanganan tim medis dan arahan pelatih untuk bermain lepas tanpa beban. Namun, kondisi tersebut tetap membatasi pergerakannya di lapangan.
Ia mengaku kesulitan mengejar bola dan meningkatkan kecepatan karena kaki kanannya menjadi tumpuan utama saat bermain.
"Maklum, buat menapak saja terasa sakit," ujarnya.
Dhinda juga mengakui kualitas permainan Xu Wen Jing yang unggul dalam jangkauan, kecepatan, serta variasi serangan, terutama pukulan lob yang dalam dan pukulan jatuh (drop shot) yang tajam.
Pertandingan tersebut merupakan pertemuan keempat kedua pemain. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Dhinda belum pernah meraih kemenangan.
"Pertandingan ini menjadi pertemuan keempat saya. Pada pertemuan pertama di World Junior Championships (WJC) 2024, saya kalah dua gim langsung. Kemudian, kembali bertemu di Riau dan kalah dalam tiga gim. Pada pertemuan ketiga, saya memutuskan mundur (retired) karena sakit pinggang," katanya.
Meski gagal melaju ke final, Dhinda menilai dirinya masih berpeluang memberikan perlawanan lebih baik apabila tidak terkendala cedera.
Nasib serupa juga dialami Mutiara Ayu Puspitasari setelah kalah pada babak semifinal, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Mutiara harus mengakui keunggulan wakil Hong Kong Lo Sin Yan Happy melalui dua gim langsung dengan skor 18-21, 19-21 di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Seusai pertandingan, Mutiara mengakui masih banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama pukulan yang menyangkut di net.
Menurut dia, lawannya tampil lebih akurat dalam menempatkan bola sehingga arah serangannya sulit diantisipasi.
Meski gagal mencapai final, Mutiara tetap bersyukur karena mampu melangkah hingga semifinal turnamen bulu tangkis level Super 100 tersebut.
"Apalagi, pencapaian itu bukan sesuatu yang mudah didapatkan. Pasti ada proses-proses di balik itu. Jadi, dibanding harus terlalu menyesali, saya merasa saya harus bersyukur dan evaluasi lagi. Terutama soal ketenangan permainan serta adaptasi terhadap perubahan pola lawan perlu dipertajam lagi," ujar Mutiara, dikutip dari Antara.
Ia mengatakan pencapaian tersebut merupakan kali kedua dirinya berhasil menembus semifinal turnamen level Super 100.


0 comments