Wakil Indonesia Kandas di Semifinal BAC 2026

IVOOX.id – Kekalahan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak semifinal membuat Indonesia tanpa wakil di babak final Badminton Asia Championships 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Arena, Ningbo, Sabtu, 11 April 2026, Fajar/Fikri kandas dari ganda Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju lewat rubber gim 13-21, 21-14, 16-21.
“Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan lancar meskipun jauh dari harapan untuk memenangkan pertandingan, tetapi kami sudah berjuang di pertandingan hari ini. Tadi banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu jadi pelajaran dan evaluasi kami ke depannya,” kata Fajar dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.
Fikri mengakui bahwa permainan dari ganda Korea Selatan ini begitu rapat dan kerap bisa mematahkan skema serangan yang dilancarkannya.
“Lawan bermain sangat rapat, pertahanannya rapi sekali dan itu menjadi kekurangan kami dari segi power. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami,” ungkap Fikri.
Senada dengan Fikri, Fajar mengakui bahwa Kang/Ki bermain begitu rapi dalam segi bertahan.
“Lawan bermain sangat baik terutama defencenya sangat luar biasa,” ujar Fajar, dikutip dari Antara.
Kandasnya Fajar/Fikri sekaligus memupus asa Merah Putih di BAC 2026 setelah tidak menyisakan satu pun wakil yang bisa menembus ke babak final.
Sebelumnya di sektor ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi mengakui ketangguhan unggulan pertama yakni ganda China Liu Sheng Shu/Tan Ning dua gim langsung 10-21, 12-21.
Fadia mengungkapkan bahwa faktor kelemahannya pada pertandingan ini yakni tampil kurang konsisten dalam mengatur tempo permainan.
Hal tersebut menjadi bumerang yang langsung dimanfaatkan oleh ganda China tersebut.
“Di awal kami sempat sudah pegang cara mainnya tapi kami tidak konsisten, terus-menerus melakukan kesalahan sendiri,” ujar Fadia dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.
Senada dengan Fadia, Tiwi mengaku bahwa di pertandingan kali ini kerap kesulitan untuk bisa lepas dari tekanan yang dilancarkan karena Liu/Tan begitu mendikte tempo permainan.
“Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami,” ujar Tiwi, dikutip dari Antara.


0 comments