Wakil Indonesia Amankan Tiket Perempat Final China Open 2026 | IVoox Indonesia

July 26, 2026

Wakil Indonesia Amankan Tiket Perempat Final China Open 2026

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani saat tampil di babak 16 besar China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis (23/07/2026). (ANTARA/HO-PBSI)

IVOOX.id – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani, tunggal putra Indonesia Jonatan Christie, ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengamankan tiket babak perempat final China Open 2026.

Putri KW mewaspadai permainan bola atas tunggal Jepang Tomoka Miyazaki dalam perempat final China Open 2026 yang akan berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jumat, 24 Juli 2026.

"Besok bertemu Tomoka, harus lebih teguh dan perkuat pola pikir. Waspada dengan bola atas dan keuletan dia," kata Putri KW dalam keterangan PBSI, Kamis (23/7/2026), dikutip dari Antara.

Putri KW mengunci tiket ke perempat final setelah mengakhiri perlawanan tunggal Thailand Busanan Ongbamrungphan dua gim langsung 21-17 dan 21-14.

Putri mengevaluasi permainannya masih belum bisa cukup solid karena tidak bisa menjaga keunggulan.

"Itu karena fokus pikiran saya sudah sedikit menurun. Harus diakui, agak lepas poin permainannya walau akhirnya bisa balik lagi," ungkap Putri KW.

"Dia kekuatan tangannya bagus. Jadi memang, tidak boleh asal buang bola. Ketika saya banyak menyerang, dia malah lebih suka begitu. Kuncinya, harus menjauh-jauhkan bola dari jangkauan dia," kata tunggal unggulan keenam dalam turnamen itu.

Menghadapi Tomoka, Putri mewaspadai kejutan dari tunggal peringkat sepuluh dunia tersebut menyusul hasil statistik pertemuan mereka.

Dalam lima pertemuan terakhir, Putri masih mengunci total tiga kemenangan dan menelan dua kekalahan dari Tomoka.

Sementara pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie tidak memasang target dalam turnamen China Open 2026.

"Ekspektasi saya, ingin menikmati main saja sih. Membalikkan permainan yang kemarin di Indonesia Open dan sebelumnya," kata Jojo seusai permainan yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, dalam keterangan PBSI, Kamis (23/7/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Jojo, sapaan akrabnya, dia hanya ingin menikmati setiap pertandingan dan berharap menemukan kembali performa terbaik dalam turnamen BWF Super 1000 itu.

Jojo mengunci tiket ke perempat final setelah dipaksa bermain tiga gim oleh tunggal Singapura Loh Kean Yew lewat 12-21, 21-6 dan 21-13 pada pertandingan babak 16 besar.

Kendala nonteknis, lanjutnya, mengenai kondisi angin kencang di lapangan masih menjadi satu catatan penting pada turnamen itu.

"Di gim pertama, saya coba beberapa kali melihat kondisi dan tes beberapa kali ternyata banyak yang keluar bolanya. Jadi, saya langsung memutuskan kalau sampai ke gim ketiga harus lebih agresif saat awal. Puji Tuhan, berjalan sesuai rencana dan lebih nyaman ketika berbalik setelah interval," imbuh Jojo mengenai pertandingan tersebut.

Jojo menilai performanya sedikit demi sedikit sudah mulai menunjukkan sinyal positif terutama dalam penggunaan pukulan maupun pengambilan keputusan.

"Mungkin belum sampai ke titik yang diinginkan, tapi sedikit demi sedikit meningkat," ujar Jojo.

Selanjutnya, pemain yang menjadi unggulan keempat pada turnamen tersebut akan menantang tunggal tuan rumah China Victor Lai.

Menghadapi peringkat kedelapan dunia tersebut, Jojo yang berada di peringkat keempat dunia akan memilih berhati-hati, mengingat Victor Lai mampu memberikannya kejutan pada pertemuan terakhir mereka.

Dalam pertemuan sebelumnya, Jojo mengakui ketangguhan Lai dua gim langsung pada babak final Indonesia Open 2026 yang berlangsung pada Juni.

Sementara, pebulu tangkis ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengatasi drama tiga gim atas ganda Amerika Serikat Lauren Lam/Allison Quynh Lee setelah menang 17-21, 21-11, dan 21-19 pada babak 16 besar China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, 23 Juli 2026.

Rachel mengatakan kunci kemenangan bersama Febi yakni bermain semaksimal mungkin, serta tidak melakukan kesalahan yang justru menguntungkan lawan.

"Di sisi lapangan, gim pertama dan awal gim ketiga sebenarnya kami posisi menang angin, tapi mereka selalu siap dengan pukulan-pukulan kencang dari kami. Jadi, malah kami yang kurang yakin dengan arah pengembaliannya," ujar Rachel dalam keterangan resmi PBSI, dikutip dari Antara.

Sementara, Febi menilai pasangan Lauren/Allison merupakan ganda yang sangat solid dalam menjalankan skema bertahan.

"Sudah terus menyerang, tapi susah untuk tembus. Pada momen kritis, saya hanya menyakinkan diri sendiri kalau masih bisa, belum selesai. Lebih ke non-teknisnya sih tadi," ujar Febi, dikutip dari Antara.

Pada babak perempat final, Rachel/Febi akan bersua ganda China Li Yi Jing/Luo Xu Min.

"Besok di perempat final, kami mau menang lagi. Tapi, banyak yang harus dipersiapkan, berkaca dari pertandingan tadi. Kondisinya dijaga terus," kata Rachel.

Pertandingan di China tersebut menjadi pertemuan pertama kedua ganda putri selama berkarir.

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengamankan tiket babak perempat final China Open 2026 setelah mengatasi perlawanan ganda Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami dua gim langsung 21-19 dan 21-11  dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, 23 Juli 2026.

"Di gim pertama kami menang angin. Strateginya bagaimana kami harus menurunkan bola tapi banyak terlalu hati-hati jadi cukup sulit juga untuk mengambil keunggulan. Gim kedua kami kalah angin, kami mencoba mengubah pola dengan bermain panjang-panjang dan ternyata bisa nyaman mengontrol permainan," ungkap Fajar seusai pertandingan dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Kondisi lapangan satu, lanjutnya, menjadi sebuah tantangan mengingat lapangan cukup berangin.

Ganda unggulan kedua dalam turnamen ini dijadwalkan akan bertemu calon lawan ganda Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.

"Siapa pun lawannya kami mau fokus mempersiapkan diri terutama dari kondisi fokusnya yang saya merasa belum terlalu in. Semoga besok semakin membaik," ujar Fajar.

Langkah Rehan/Glo dan Sabar/Reza Terhenti

Sementara pasangan ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menyebut adaptasi dengan kondisi lapangan yang tidak mulus menjadi faktor utama langkah mereka terhenti dalam babak 16 besar China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, 23 Juli 2026.

Rehan/Gloria mengakui ketangguhan ganda Denmark Mathias Christansen/Alexandra Boje dua gim langsung 8-21 dan 14-21.

"Hari ini apa yang kami pikirkan dan ekspektasi-kan malah berbeda kenyataannya di lapangan terutama mengenai kondisi angin di lapangan. Faktor nonteknis itu yang harus diperbaiki di Taipei Open minggu depan," kata Gloria mengenai faktor nonteknis sepanjang pertandingan yang mengganggu dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Sementara, Rehan mengakui ganda Mathias/Alexandra, yang menjadi ganda unggulan ketiga pada turnamen itu, memang sedang dalam performa impresif pada sejumlah pertandingan terakhir.

"Lawan sedang dalam performa yang sangat baik akhir-akhir ini, terasa sangat percaya diri dengan semua pola yang mereka mainkan. Sementara kami kurang tenang," ungkap Rehan, dikutip dari Antara.

Pelajaran dari kekalahan di China menjadi modal berharga Rehan/Gloria mengikuti Taiwan Open 2026 yang akan berlangsung mulai pada akhir Juli 2026.

Namun, turnamen China Open 2026 menjadi ajang kembalinya pasangan Rehan/Gloria yang sempat absen pada beberapa seri turnamen BWF.

Penampilan terakhir mereka sebagai ganda campuran adalah pada Australia Open 2026, Juni lalu.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani belum bisa memutus hasil negatif kala bersua ganda Inggris Ben Lane/Sean Vendy.

Dalam babak kedua China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, 23 Juli 2026, Sabar/Reza mengakui ketangguhan Ben/Sean dua gim langsung 18-21 dan 12-21.

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang hasil negatif Sabar/Reza yang belum pernah sekali pun memetik kemenangan saat bersua Ben/Sean dalam lima pertemuan terakhir.

"Sangat penasaran karena belum bisa menang dari mereka di lima pertemuan ini. Kami akan coba lagi ke depannya," ungkap Sabar dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Reza mengaku hingga saat ini belum bisa menemukan strategi yang tepat untuk bisa membongkar permainan Ben/Sean yang tampil begitu solid saat bertahan.

"Kami belum menemukan pola main yang cocok untuk melawan mereka. Mereka itu mainnya safe dan saya merasa berbeda dari pemain-pemain yang lainnya. Tapi kami nanti akan coba terus," ungkap Reza yang menjadi unggulan keenam dalam turnamen ini.

Pertemuan pertama Sabar/Reza menghadapi Ben/Sean terjadi di babak semifinal Orleans Masters 2021 pada 27 Maret 2021 silam.

Kala itu, Sabar/Reza harus mengakui ketangguhan ganda Inggris tersebut lewat rubber gim.

Hasil yang sama diraih kala Sabar/Reza dihentikan Ben/Sean di babak semifinal Swiss Open 2024 lewat rubber gim pada 23 Maret 2024.

Kemudian Sabar/Reza dibendung langkahnya pada babak kedua Malaysia Open 2025 oleh Ben/Sean lewat dua gim langsung.

Pertemuan keempat mereka terjadi di tahun ini kala Sabar/Reza kembali harus mengakui ketangguhan Ben/Sean di babak perempat final Japan Open 2026 lewat dua gim langsung.

0 comments

    Leave a Reply