Viral Video Makan Bergizi Gratis Dikemas Plastik, BGN Tegaskan SOP Penyajian Wajib Gunakan Ompreng | IVoox Indonesia

7 Maret 2026

Viral Video Makan Bergizi Gratis Dikemas Plastik, BGN Tegaskan SOP Penyajian Wajib Gunakan Ompreng

Ilustrasi - penyiapan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi - penyiapan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). ANTARA/Rivan Awal Lingga

IVOOX.id – Sebuah video yang memperlihatkan pembagian makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan kantong plastik viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, dan langsung mendapat klarifikasi dari pihak terkait.

Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026. Pada hari tersebut, SPPG Karyasari menyiapkan makanan untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Proses distribusi awal, kata Dimas, telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yakni menggunakan ompreng sebagai wadah makanan.

Namun, masalah muncul setelah makanan tiba di lokasi penerima. Dimas menyebut, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik tanpa adanya koordinasi dengan pihak SPPG. Tindakan tersebut dilakukan secara spontan dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyajian MBG.

“Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas dalam laporannya, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, pihak SPPG baru mengetahui kejadian tersebut sehari setelahnya, ketika potongan video penyajian makanan MBG menggunakan kantong plastik beredar luas di media sosial. Menindaklanjuti hal itu, SPPG Karyasari langsung mengundang para kader posyandu untuk melakukan klarifikasi dan komunikasi lebih lanjut.

“Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut memberikan penjelasan guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi dalam video tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyajian makanan yang tidak layak konsumsi.

“Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan,” kata Lusi.

0 comments

    Leave a Reply