Utang Luar Negeri RI Turun jadi 423,8 Miliar Dolar AS per November 2025 | IVoox Indonesia

7 Maret 2026

Utang Luar Negeri RI Turun jadi 423,8 Miliar Dolar AS per November 2025

Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia
Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang tertuang dalam asumsi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 bisa dicapai dengan sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 mencapai 423,8 miliar dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada Oktober 2025 yang sebesar 424,9 miliar dolar AS.

"Posisi ULN Indonesia pada November 2025 menurun. Secara tahunan, ULN Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 0,2 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,5 persen (yoy), dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik," kata Denny dalam siaran pers Kamis (15/1/2026). 

Denny merinci posisi ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar 209,8 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar 210,5 miliar dolar AS. 

Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan surat berharga negara seiring dengan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. 

Sementara untuk ULN swasta juga menurun. Posisi ULN swasta tercatat sebesar 191,2 miliar dolar AS pada November 2025, menurun dibandingkan dengan posisi Oktober 2025 sebesar 191,7 miliar dolar AS. 

Perkembangan tersebut kata ia dipengaruhi oleh lebih rendahnya kontraksi ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang tercatat sebesar 0,4 persen (yoy). 

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," katanya.

Hal ini kata ia tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3 persen pada November 2025, dari 29,4 persen pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,1 persen dari total ULN. 

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

0 comments

    Leave a Reply