Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 439,8 Miliar Dolar AS pada April 2026 | IVoox Indonesia

June 16, 2026

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 439,8 Miliar Dolar AS pada April 2026

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai Press Statement Pemusnahan Uang Palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang qLuar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 sebesar 439,8 miliar dolar AS. Jumlah tersebut secara tahunan tumbuh sebesar 1,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1,0 persen (yoy).

"Posisi ULN Indonesia pada April 2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 439,8 miliar dolar AS," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers Senin (15/6/2026).

Menurut Denny perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut.

Lebih lanjut ia merinci, posisi ULN pemerintah pada April 2026 sebesar 216,4 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 3,8 persen (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah tersebut kata ia terutama dipengaruhi oleh posisi pinjaman luar negeri yang tumbuh melambat. Sementara itu, aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) tetap mencatatkan net inflow.

"Mencerminkan terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," katanya.

Kemudian untuk posisi ULN swasta pada April 2026 tercatat sebesar 193,2 miliar dolar AS, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 1,4 persen (yoy).

Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) yang secara tahunan mencatatkan kontraksi sebesar 5,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada Maret 2026 sebesar 6,3 persen (yoy).

"ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,8 persen terhadap total ULN swasta," katanya.

Menurut Denny struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kedepanga BI dan Pemerintah akan memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

0 comments

    Leave a Reply