UOB Indonesia: Minat Investor Ritel terhadap ORI030 Lampaui Seri Sebelumnya | IVoox Indonesia

July 27, 2026

UOB Indonesia: Minat Investor Ritel terhadap ORI030 Lampaui Seri Sebelumnya

Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto
Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (16/7/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – UOB Indonesia mencatat minat investor ritel terhadap Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 menunjukkan tren positif selama masa penawaran. Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto, mengatakan nilai pemesanan sementara telah melampaui capaian ORI029, meski proses penawaran masih berlangsung.

"Dari sisi target penjualan, UOB tidak bisa mengungkapkan nilai nominal secara spesifik. Kami memperkirakan penjualannya saat ini melebihi Rp500 miliar," ujar Emillya kepada awak media, Kamis (16/7/2026).

Untuk mencapai target tersebut, UOB Indonesia memfokuskan strategi pemasaran pada dua segmen utama, yakni emerging affluent dan affluent segment. Menurut Emillya, penentuan target pasar menjadi langkah awal sebelum perusahaan menjalankan berbagai aktivitas pemasaran dan edukasi.

Ia menjelaskan, strategi yang diterapkan dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama, meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui seminar, diskusi, dan berbagai kegiatan edukasi mengenai investasi. Kedua, memberikan pendampingan secara langsung melalui Relationship Manager (RM) kepada nasabah yang memiliki aset kelolaan (assets under management/AUM) minimal Rp100 juta.

Emillya menilai peningkatan minat terhadap Surat Berharga Negara (SBN) ritel juga didorong oleh bertambahnya partisipasi investor dari kalangan emerging affluent, khususnya generasi muda. Jika sebelumnya layanan wealth management lebih didominasi nasabah affluent segment, kini semakin banyak investor muda yang memanfaatkan platform digital untuk berinvestasi.

Menurutnya, dinamika pasar turut memengaruhi perubahan strategi investasi para nasabah. Investor kini tidak lagi hanya berfokus pada instrumen berisiko tinggi seperti saham maupun reksa dana saham, tetapi mulai membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, baik dari sisi kelas aset maupun mata uang.

"Pada segmen emerging affluent, alokasi investasi bahkan cenderung lebih konservatif dengan porsi yang lebih besar pada instrumen berisiko rendah, sementara investor Affluent Segment tetap melakukan diversifikasi sesuai dengan profil dan tujuan investasinya," kata Emillya.

0 comments

    Leave a Reply