UNFPA Sebut Indonesia Perlu Belajar dari Negara Lain untuk Ciptakan Lansia Produktif | IVoox Indonesia

July 9, 2026

UNFPA Sebut Indonesia Perlu Belajar dari Negara Lain untuk Ciptakan Lansia Produktif

UNFPA Indonesia Representative Hassan Mohtashami
UNFPA Indonesia Representative Hassan Mohtashami (tengah), Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (paling kiri) dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

IVOOX.id – United Nations Population Fund (UNFPA) menyatakan Indonesia perlu belajar dari negara-negara dengan penduduk lansia produktif yang tinggi seperti Jepang agar bisa memanfaatkan bonus demografi.

"Indonesia juga perlu belajar dari negara dengan super-aged population, terutama mengenai sistem perawatan lansia, skema pensiun, silver economy (ekonomi lansia), dan pemberdayaan lansia agar tetap produktif," kata UNFPA Indonesia Representative, Hassan Mohtashami dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026), dikutip dari Antara.

UNFPA juga mengingatkan agar perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada isu-isu yang sedang ramai diperbincangkan, karena yang lebih penting adalah mempersiapkan kebijakan yang dampaknya bisa dirasakan oleh generasi di 20–30 tahun yang akan datang.

"Indonesia dinilai masih memiliki 1–2 dekade bonus demografi, yang jika dimanfaatkan secara optimal, Indonesia berpotensi menjadi negara berpendapatan tinggi, bahkan menjadi ekonomi terbesar ketiga atau keempat di dunia," ucap Hassan.

Oleh karena itu, UNFPA berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung penelitian dan analisis data, serta menganalisis dampak perubahan demografi terhadap berbagai sektor, seperti keuangan, pensiun, perlindungan sosial, hingga asuransi.

"Indonesia perlu belajar dari negara lain, begitu juga sebaliknya. Kami terus mengedukasi pemerintah bahwa perubahan demografi merupakan fenomena alamiah yang perlu dipersiapkan melalui kebijakan jangka panjang," paparnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengemukakan Indonesia kini tengah memasuki era masyarakat menua, dimana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, persentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai 11,7 persen.

"Peningkatan jumlah lansia menjadi dasar penetapan Program Lansia Berdaya sebagai salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, mengingat jumlah lansia diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup," kata Isyana, dikutip dari Antara.

Dengan angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) di Indonesia yang kini berada di angka 2,13 dan meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah menyiapkan berbagai program agar lansia tetap produktif dan sejahtera.

"Salah satu program utamanya adalah Lansia Berdaya, yang fokus pada peningkatan kualitas hidup lansia. Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menjalankan Sekolah Lansia yang tujuannya menjaga lansia tetap aktif, hidup sehat dan bahagia, serta memperoleh pengetahuan dan pelayanan sesuai kebutuhan mereka," ujar Isyana.

0 comments

    Leave a Reply