Umat Buddha Nyalakan Pelita Perdamaian dengan Api Abadi Mrapen dalam Rangkaian Peringatan Waisak | IVoox Indonesia

June 1, 2026

Umat Buddha Nyalakan Pelita Perdamaian dengan Api Abadi Mrapen dalam Rangkaian Peringatan Waisak

Umat Buddha menyalakan pelita perdamaian
Umat Buddha menyalakan pelita perdamaian dalam tangkaian Waisak 2026. (ANTARA/Heru Suyitno)

IVOOX.id – Umat Buddha melakukan penyalaan Pelita Perdamaian dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Mendut, sebelum melakukan kirab ke Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mengutip Antara, bhiksu Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya di Magelang, Minggu, 31 Mei 2026, menyampaikan, pelita perdamaian yang dinyalakan menggunakan Api Abadi Mrapen tersebut menjadi simbol penerangan batin, doa, serta harapan bagi terwujudnya kedamaian dan keharmonisan bagi seluruh makhluk.

Dalam suasana khidmat, para biksu dan umat Buddha menyalakan pelita secara bergantian di pelataran Candi Mendut. Cahaya pelita yang menyala menerangi kawasan candi dan menciptakan suasana reflektif menjelang puncak perayaan Waisak.

Pelita perdamaian melambangkan semangat kebijaksanaan, cinta kasih, dan persaudaraan universal yang menjadi nilai utama dalam ajaran Buddha. Prosesi tersebut juga menjadi bagian penting dari rangkaian ritual keagamaan yang diikuti ribuan umat dari berbagai daerah.

Ia mengatakan penyalaan pelita perdamaian menjadi momentum bagi umat untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat tekad dalam menebarkan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurut dia, melalui peringatan Waisak, umat Buddha diajak untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta menciptakan kehidupan yang damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Ia menuturkan, penyalaan pelita perdamaian juga menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memelihara harmoni dan semangat persaudaraan demi terciptanya kehidupan yang rukun dan sejahtera.

Cahaya pelita yang bersumber dari Api Abadi Mrapen diharapkan tidak hanya menerangi perayaan Waisak, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menumbuhkan kedamaian, cinta kasih, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

0 comments

    Leave a Reply