ULN Indonesia Tembus 453,4 Miliar Dolar AS, Utang Pemerintah Naik di Tengah Kontraksi Swasta | IVoox Indonesia

ULN Indonesia Tembus 453,4 Miliar Dolar AS, Utang Pemerintah Naik di Tengah Kontraksi Swasta

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai Press Statement Pemusnahan Uang Palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2026 sebesar 453,4 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 4,4 persen (yoy). 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan ULN tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah.

"Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2026 tetap terjaga," katanya dalam siaran pers dikutip Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut ia merinci posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS, atau tumbuh 2,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2026 sebesar 3,8 persen (yoy). Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara ULN swasta melanjutkan kontraksi. Posisi ULN swasta pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 194,6 miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi 0,6 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,3 persen (yoy) pada triwulan I 2026.

Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 3,4 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi 6,3 persen (yoy) pada triwulan I 2026. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,7 persen terhadap total ULN swasta.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," katanya.

0 comments

    Leave a Reply