Turki Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian Dua Dekade, Italia Gagal | IVoox Indonesia

April 4, 2026

Turki Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian Dua Dekade, Italia Gagal

Gelandang Timnas Italia Sandro Tonali
Gelandang Timnas Italia Sandro Tonali (kiri) merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Timnas Irlandia Utara pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Gewiss, Bergamo, Kamis (26/3/2026) waktu setempat. (uefa.com)

IVOOX.id – Turki menyudahi penantian 24 tahun untuk kembali ke Piala Dunia setelah mengalahkan Kosovo 1-0 pada final playoff jalur C Kualifikasi zona Eropa di Stadion Fadil Vokrri, Pristian, Rabu, 1 April 2026, dini hari.

Mengutip Antara, Turki berjaya berkat gol semata wayang Kerem Akturkoglu pada menit ke-53, demikian catatan UEFA.

Turki menyudahi penantian 24 tahun setelah terakhir kali tampil pada 2002 di mana mereka finis peringkat ketiga.

Turki masuk Grup D bersama Amerika Serikat, Paraguay dan Australia.

Di sisi lain, ini pencapaian luar biasa Kosovo melangkah hingga final playoff Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa semenjak merdeka pada 2008.

Turki langsung menggebrak hingga menciptakan peluang dari tendangan Orkun Kokcu yang melebar dari gawang Kosovo.

Kosovo balik mengancam dari tembakan Fisnik Asllani, yang dimentahkan oleh penyelamatan kiper Turki Ugurcan Cakir.

Pada babak kedua, Turki akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-53 berkat gol Kerem Akturkoglu.

Kosovo meningkatkan intensitas serangan, namun tak membuahkan hasil.

Turki memilih bermain bertahan sampai laga ini selesai.

Sementara Italia lagi-lagi gagal menuju Piala Dunia setelah disingkirkan Bosnia-Herzegovina pada final playoff jalur A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Billino Polje, Zenica, Rabu, 1 April 2026, dini hari WIB.

Mengutip Antara, Italia sedianya unggul lebih dahulu melalui Moise Kean, namun Bosnia menyamakan lewat Haris Tabakovic, demikian catatan UEFA.

Setelah tetap 1-1 selama 120 menit pemenang laga harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Dalam adu tendangan penalti itu Italia kalah 4-1 setelah dua penendang mereka gagal, sedangkan empat eksekutor Bosnia sukses melaksanakan tugasnya dengan baik.

Ini kegagalan ketiga kali berturut-turut Italia ke putaran final Piala Dunia setelah edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Sebaliknya Bosnia-Herzegovina membuat penampilan keduanya dalam Piala Dunia setelah edisi 2014 di Brasil.

Bosnia selanjutnya bergabung dalam Grup B bersama tuan rumah Kanada, Qatar dan Swiss.

Italia unggul cepat melalui gol Moise Kean pada menit ke-15 sehingga skor berubah 1-0.

Bosnia berbalik memberikan ancaman dan beberapa kali mengancam gawang Italia, namun tak membuahkan hasil.

Italia harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-41 setelah bek Alessandro Bastoni diganjar kartu merah langsung oleh wasit karena melanggar keras Amar Memic.

Bosnia hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan Amar Memic yang melenceng dari gawang Italia pada akhir babak pertama.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan oleh Bosnia dengan menggempur lini pertahanan Italia.

Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-79 melalui gol Haris Tabakovic yang memanfaatkan bola rebound di kotak penalti Italia.

Selanjutnya kedua tim berusaha mencetak gol kemenangan, namun skor 1-1 bertahan sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu tendangan penalti.

Bosnia menang 4-1 setelah empat eksekutornya melakukan tugas dengan baik, sedangkan dua penendang Italia yakni Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal melaksanakan tugasnya.

0 comments

    Leave a Reply