Tuan Rumah Turunkan 21 Pemain pada Indonesia Open 2026 | IVoox Indonesia

June 3, 2026

Tuan Rumah Turunkan 21 Pemain pada Indonesia Open 2026

Konferensi pers jelang Polytron Indonesia Open 2026
Konferensi pers jelang Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Senin (1/6/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

IVOOX.id – Indonesia menurunkan 21 wakil pada HSBC World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni.

Mengutip Antara, di sektor tunggal putra, Indonesia memiliki dua wakil, yakni Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Sementara itu, sektor tunggal putri hanya diwakili Putri Kusuma Wardani.

Jumlah wakil terbanyak Indonesia berada di sektor ganda campuran dengan tujuh pasangan.

Mereka adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardani, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, serta Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.

Di sektor ganda putra, enam pasangan Indonesia akan tampil, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.

Pada sektor ganda putri, Indonesia menurunkan lima pasangan, yaitu Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahya Pratiwi, dan Apriani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.

Indonesia Open 2026 akan diikuti 248 atlet dari 22 negara dengan total hadiah 1,45 juta dolar AS (sekitar Rp25,8miliar).

Selain menjadi ajang persaingan pemain elite dunia, Indonesia Open juga menjadi kesempatan bagi para wakil Merah Putih untuk tampil di hadapan publik sendiri. Atmosfer Istora yang dikenal penuh tekanan sekaligus dukungan besar diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para pemain Indonesia.

"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," kata Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/6/2026), dikutip dari Antara.

Taufik yang mengoleksi enam gelar Indonesia Open mengatakan para pemain Indonesia harus memanfaatkan kesempatan tampil pada turnamen level tertinggi tersebut untuk menambah pengalaman dan mengukur kemampuan menghadapi para pemain terbaik dunia.

0 comments

    Leave a Reply