Trump Janjikan 10 Miliar Dolar untuk Bantu Gaza, 9 Negara BOP Kumpulkan 7 Miliar Dolar AS | IVoox Indonesia

21 Februari 2026

Trump Janjikan 10 Miliar Dolar untuk Bantu Gaza, 9 Negara BOP Kumpulkan 7 Miliar Dolar AS

antarafoto-presiden-prabowo-hadiri-ktt-dewan-perdamaian-1771561715-1
Presiden Prabowo Subianto (keempat kiri bawah) memberikan pernyataan saat KTT Dewan Perdamaian (BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Pada KTT BoP itu Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF) serta mendukung rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza. ANTARA FOTO/HO-Setpres

IVOOX.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya akan menyumbang 10 miliar dolar AS (sekitar Rp162 triliun) untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BOP) di Washington pada Kamis, 19 Februari 2026. 

"Dewan Perdamaian menunjukkan bagaimana masa depan yang lebih baik dapat dibangun, dimulai dari ruangan ini," kata Trump, dikutip dari Antara.

Ia mengatakan sumbangan sebesar itu mungkin terlihat besar, tetapi "sangat kecil" dibandingkan biaya perang, yang menurutnya setara dengan sekitar dua pekan pertempuran.

Menurut Trump, dewan tersebut dapat mewujudkan "keharmonisan yang langgeng di kawasan yang selama berabad-abad dilanda konflik," sekaligus menjadi contoh penyelesaian bagi konflik berkepanjangan di belahan dunia lainnya.

Ia juga mengumukan 9 negara telah menyumbang lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp112 triliun untuk paket bantuan kemanusiaan bagi Gaza.

Trump merinci negara penyumbang meliputi Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait telah menyumbang lebih dari 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan,” ujarnya

Trump menambahkan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) juga tengah menghimpun dana sebesar 2 miliar dolar AS untuk mendukung upaya pemulihan di Gaza.

Dana tersebut ditujukan untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza sesuai mandat dan mekanisme yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di kesempatan tersebut, ia menyatakan harapannya agar Dewan Perdamaian dapat mengawasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di masa depan.

“Dan Dewan Perdamaian hampir akan mengawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memastikan organisasi itu berjalan dengan semestinya. Namun kami akan memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tuturnya.

Trump mengatakan, PBB membutuhkan dukungan, baik dalam operasional fasilitas maupun pendanaan.

"Kami akan memastikan Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap berjalan... Saya sudah mengatakannya selama bertahun-tahun, Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki potensi yang luar biasa,” ujarnya.

Prabowo Sampaikan Dukungan Penuh Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026, pagi waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengatakan sejak hari pertama, pihaknya telah mempelajari rencana 20 poin yang diajukan Presiden Trump dan Indonesia langsung menyatakan kesepakatan dan komitmen penuh terhadap implementasinya.

"Dari hari pertama, kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami sangat berkomitmen pada rencana ini dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian. Kami berkomitmen pada kesuksesannya," ujar Prabowo, dikutip dari tayangan langsung akun YouTube Gedung Putih, AS, di Jakarta, Kamis (19/2/2026), dikutip dari Antara.

Presiden menyampaikan bahwa pelaksanaan rencana ini tidak akan berjalan dengan mudah. Berbagai tantangan dan hambatan diperkirakan akan muncul dalam prosesnya.

Meski demikian, Presiden Prabowo optimistis bahwa cita-cita perdamaian ini akan terwujud menjadi nyata.

"Kami tahu akan ada banyak rintangan. Akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump bahwa visi perdamaian yang nyata ini akan tercapai. Akan ada masalah, tetapi kami akan menang," tegasnya.

Kepala Negara menambahkan Indonesia memiliki harapan besar untuk terwujudnya perdamaian di Palestina, termasuk di Gaza.

Ia menyebut pencapaian gencatan senjata sebagai langkah nyata yang patut diapresiasi.

Sebagai bentuk komitmen konkret, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk menyumbangkan pasukan perdamaian kurang lebih 8.000 orang, guna mendukung stabilisasi perdamaian internasional.

0 comments

    Leave a Reply