TNI Sebut Jabatan Kabais Telah Diserahkan Terkait Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

IVOOX.id – Markas Besar TNI mengatakan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) yang dijabat Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan, imbas pengusutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dikutip dari Antara.
Aulia pun sempat ditanya lebih rinci tentang maksud dari penyerahan jabatan tersebut. Awak media yang hadir sempat memastikan apakah Kabais diganti oleh pejabat lain.
Namun demikian, Aulia tidak menjelaskan seluruh hal tersebut dengan rinci.
Untuk diketahui, empat orang anggota Bais yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES ditetapkan sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Hingga saat ini, keempat terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan tim penyelidik internal TNI.
Terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute Karyono Wibowo menyatakan langkah penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) merupakan bentuk tanggung jawab yang baik dari TNI.
"Penyerahan jabatan Kabais TNI oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo ini merupakan bentuk tanggung jawab. Apa pun istilahnya, baik itu penyerahan jabatan atau pengunduran diri, menurut saya ini langkah tegas, positif, dan harus diapresiasi," ujar Karyono dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis (26/5/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Karyono, langkah itu membuktikan bahwa pucuk pimpinan harus memegang tanggung jawab penuh atas apa yang dilakukan jajaran di bawah, termasuk ketika melakukan tindakan pidana.
Langkah tersebut, kata dia, juga harus menjadi standar baru untuk seluruh institusi dalam menangani kasus pelanggaran hukum yang dilakukan anggotanya.
“Langkah seperti ini bisa menimbulkan efek jera dan meningkatkan kepercayaan publik. Dengan begitu, peristiwa seperti penyiraman air keras maupun tindakan semena-mena aparat tidak terulang kembali," tuturnya.
Selain itu, Karyono melihat adanya upaya TNI untuk terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai demokrasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Meski demikian, ia mengingatkan langkah penyerahan jabatan harus diikuti dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.


0 comments