TNGGP Wajibkan Pendaki Gunung Gede-Pangrango Mendaftar Resmi Secara Daring | IVoox Indonesia

July 19, 2026

TNGGP Wajibkan Pendaki Gunung Gede-Pangrango Mendaftar Resmi Secara Daring

Pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango
Pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri

IVOOX.id – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mewajibkan pendaki dengan tujuan tektok atau pulang pergi tanpa mendirikan tenda di Gunung Gede-Pangrango tetap mendaftar resmi secara daring di situs resmi TNGGP.

Juru Bicara Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan hal tersebut guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti yang videonya viral sejumlah pendaki tektok dievakuasi relawan, beberapa waktu lalu.

Pihaknya belum dapat memastikan apakah rombongan pendaki perempuan yang dievakuasi karena kelelahan saat melakukan tektok di Gunung Gede-Pangrango, terdaftar secara resmi atau tidak.

"Kami belum menerima data rinci terkait identitas para pendaki, termasuk untuk status mereka mendaftar resmi secara online atau tidak, saat ini masih kami telusuri," kata Deni, Sabtu (18/7/2026), dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan kegiatan tektok saat ini menjadi tren di kalangan anak muda namun kerap dilakukan pendaki pemula tanpa persiapan yang matang dan olah fisik, karena kegiatan tersebut cukup berisiko membutuhkan stamina yang prima.

Ketika fisik tidak dilatih secara baik rentan kelelahan sehingga berdampak pada keselamatan pendaki, sehingga bagi pemula pihaknya menyarankan untuk berkemah sebelum kembali turun.

Terlebih mereka yang melakukan trektok atau berkemah di Alun-Alun Surayakancana wajib mendaftarkan diri secara resmi di situs resmi TNGGP, sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan petugas dapat langsung melakukan penanganan atau evakuasi.

"Terlebih untuk pendaki tektok utamakan kesiapan fisik dan mental sebelum melakukan pendakian terdaftar secara resmi di situs TNGGP agar petugas dapat melakukan berbagai langkah cepat ketika dibutuhkan," katanya.

Di video yang viral di media sosial tampak relawan TNGGP melakukan evakuasi terhadap rombongan pendaki perempuan asal Jakarta yang berjumlah sekitar delapan orang yang mengalami kelelahan.

Evakuasi dilakukan malam hari dengan alat seadanya. Relawan menggunakan kain sarung untuk mengendong pendaki yang kelelahan, di mana sebagian besar diduga belum memiliki pengalaman melakukan tektok.

0 comments

    Leave a Reply