Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria 0-1 di Final FIFA Series 2026 | IVoox Indonesia

April 1, 2026

Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria 0-1 di Final FIFA Series 2026

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero (kanan) menangkap bola umpan dari pesepak bola Timnas Bulgaria pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Timnas Indonesia dikalahkan Bulgaria dengan skor 0-1. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar

IVOOX.id – Timnas Indonesia yang tampil dominan harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada final pertandingan FIFA Series 2026 Grup Indonesia dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026, malam. Gol semata wayang pada laga itu dibukukan oleh gelandang Bulgaria Marin Petkov melalui eksekusi penalti pada menit ke-38.

Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengatakan seharusnya kemenangan menjadi milik Indonesia pada final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria. Ia menilai timnya lebih baik daripada Bulgaria, dengan Lapangbola mencatat Indonesia menguasai bola sebanyak 71 persen, sementara negara asal Eropa itu hanya 29 persen.

"Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi menurut saya, malam ini Indonesia bermain lebih baik," kata Herdman dalam jumpa pers setelah pertandingan usai, dikutip dari Antara.

Dari jumlah penguasaan bola itu, Indonesia melepaskan enam tembakan yang hanya satu tepat sasaran, sementara Bulgaria dengan penguasaan bola sedikit tampil lebih efektif karena mampu mencatatkan empat tembakan tepat sasaran, termasuk gol tendangan penalti Marin Petkov pada menit ke-38, dari total sembilan tembakan.

"Selamat untuk Bulgaria. Mereka memenangkan pertandingan dan mampu mengelola laga dengan baik–memperlambat tempo, mengontrol ritme. Itu bagus untuk mereka, karena itulah cara memenangkan pertandingan," kata Herdman memuji mentalitas Bulgaria sebagai tim yang lebih berpengalaman daripada Indonesia.

Ketika mengungkapkan mengapa Indonesia tak mampu mencetak gol, Herdman menyuruh awak media untuk bertanya kepada mistar gawang, yang menggagalkan peluang emas Indonesia dari upaya Ole Romeny pada menit ke-70.

"Kalau ditanya kenapa kami tidak mencetak gol, mungkin Anda harus bertanya kepada mistar gawang. Itu hampir menjadi gol kelas dunia dari Ole," ucap Herdman.

Dengan kekalahan ini, maka dua laga pertama Herdman bersama Indonesia berakhir dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. Dari dua laga ini, tim Garuda mencetak empat gol dan hanya kemasukan satu gol.

Pelatih asal Inggris itu mengatakan kekalahan ini terasa menyakitkan, apalagi ia mengakui timnya bermain jauh lebih baik dari Bulgaria. Kendati demikian, kata dia, kekalahan ini akan dimanfaatkan timnya untuk terus belajar guna berkembang menjadi tim yang lebih kuat.

"Saya yakin para pemain akan belajar dari ini, akan berkembang. Tapi kami kecewa. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan," kata dia.

Mengutip Antara, Indonesia tampil tanpa rasa takut saat menghadapi Bulgaria yang memiliki peringkat FIFA jauh lebih baik. Pada fase awal, pasukan John Herdman mampu mengimbangi permainan tim Eropa tersebut, dan beberapa kali mencoba memaksimalkan lebar lapangan.

Di sisi lain, Bulgaria yang kali ini bermain pragmatis juga sulit untuk ditembus para pemain Indonesia. Beberapa kali alur bola para pemain Indonesia dapat mencapai area pertahanan lawan tetapi masih gagal menembus kotak penalti Bulgaria.

Permainan disiplin yang diperagakan Bulgaria membuat Indonesia kesulitan menciptakan peluang. Selain tampil disiplin, Bulgaria lebih banyak bertahan di bawah dan mengandalkan serangan balik untuk mencoba mengancam gawang Indonesia.

Ole Romeny kemudian sempat mencoba memaksimalkan kecepatannya dan menggiring bola dari lapangan tengah, namun ia dilanggar oleh Martin Georgiev. Pelanggaran itu berbuah kartu kuning bagi Georgiev.

Pada menit ke-35, wasit Nazmi Nasaruddin melakukan pengecekan VAR untuk memeriksa kontak Kevin Diks dengan Zdravko Dimitrov di kotak terlarang Indonesia. Dari tinjauan tersebut, wasit memutuskan bahwa Diks melanggar Dimitrov dan memberikan hadiah penalti kepada Bulgaria.

Penalti yang dilakukan pada menit ke-38 tersebut diambil oleh Marin Petkov. Eksekusi pemain 22 tahun itu mengarah ke sisi kanan gawang Indonesia dan gagal diantisipasi kiper Emil Audero. 1-0 untuk Bulgaria, dan skor tersebut bertahan sampai turun minum.

Pelatih John Herdman melakukan pergantian pemain pada awal babak kedua dengan memasukkan Ivar Jenner dan menarik keluar Ramadhan Sananta.

Bulgaria juga mengambil inisiatif untuk tampil lebih menyerang pada awal babak kedua. Pendekatan Bulgaria itu sempat menghasilkan peluang bagus untuk mereka, saat tendangan sudut gagal ditangkap dengan sempurna oleh kiper Emil Audero, bola kemudian mengarah ke Martin Minchev yang diteruskan dengan tembakan ke gawang yang kosong, sebelum bola itu dapat diblok oleh Justin Hubner.

Pada menit ke-58, Herdman kembali melakukan pergantian pemain. Kali ini ia memasukkan Elkan Baggott dan Eliano Reijnders, untuk menggantikan Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen.

Indonesia mendapat peluang bagus dari lemparan ke dalam panjang kiriman Kevin Diks, bola itu disambut sundulan membelakangi gawang oleh Elkan, bola mengarah ke gawang dan dapat dibuang pemain Bulgaria sebelum melewati garis gawang. Meski demikian, Elkan dianggap terlebih dahulu melakukan pelanggaran.

Pada menit ke-72, Indonesia kembali mendapat peluang bagus lainnya. Ole Romeny menerima bola panjang dari belakang, di kotak penalti ia mencungkil bola yang mengarah ke gawang, namun masih membentur mistar gawang.

Indonesia mencoba meningkatkan serangan pada fase akhir laga. Dony Tri Pamungkas masuk pada menit ke-73, dan ia hampir segera memberi dampak saat mengirim umpan silang ke mulut gawang yang masih mampu dibuang pemain Bulgaria. Tidak lama kemudian Indonesia memasukkan Beckham Putra Nugraha sebagai pemain pengganti.

Bulgaria sempat mencuri peluang pada menit ke-81 saat Vladimir Nikolov mengecoh Elkan, dan melepaskan tembakan mengancam. Bola masih dapat ditepis kiper Emil Audero.

Satu peluang bagus terakhir dimiliki Rizky Ridho yang bergerak ke depan, ia menerima umpan dan melepaskan tembakan untuk ditepis kiper Dimitar Mitov, kemudian bola melambung, dan kembali mengenai mistar gawang Bulgaria yang kerap mengandalkan pertahanan model low block.

St Kitts and Nevis Posisi Tiga FIFA Series 2026

Sementara, St Kitts and Nevis meraih posisi ketiga FIFA Series 2026 Grup Indonesia setelah menang 4-2 atas Kepulauan Solomon pada pertandingan di Stadion Gelora Utama Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Mengutip Antara, pertandingan itu sempat ditunda selama lebih dari satu jam akibat hujan deras dan petir di sekitar Stadion Utama GBK.

Wakil Oseania, Kepulauan Solomon, mencoba tampil agresif sejak awal. Mereka memiliki satu peluang bagus dari Raphael Leai namun masih dapat dipatahkan kiper Julani Archibald.

Justru St Kitts and Nevis yang mampu memecah kebuntuan terlebih dulu pada menit ke-30 melalui gol Omari Sterling-James sekaligus membuka keunggulan timnya. Wasit sempat melakukan tinjauan VAR, meski demikian gol itu tetap disahkan. 1-0 untuk St Kitts and Nevis.

Kepulauan Solomon berusaha bangkit secepatnya. Hasilnya mereka dapatkan pada menit ke-36 melalui pergerakan apik Don Keana yang mengubah skor menjadi imbang 1-1.

St Kitts and Nevis lantas merestorasi keunggulan pada menit ke-43. Bola sepakan Tiquanny Williams mengarah ke kiper Philip Mango, namun bola justru melesak masuk ke gawang akibat tangkapan tidak sempurna dari kiper Kepulauan Solomon itu. 2-1 untuk St Kitts and Nevis bertahan hingga babak pertama usai.

Setelah turun minum, permainan St Kitts and Nevis serta Kepulauan Solomon lebih baik. St Kitts and Nevis lantas berhasil mendapatkan gol ketiganya melalui sepakan keras Kyle Kelly untuk mengubah skor menjadi 3-1 bagi tim Karibia itu.

Kepulauan Solomon berhasil memangkas keunggulan lawan untuk mengubah skor menjadi 3-2 melalui gol Junior Fodney pada menit ke-85.

Namun St Kitts and Nevis masih mampu melengkapi kemenangan mereka melalui gol pemain pengganti Harrison Panayiotou pada menit ke-87, dan membuat timnya bisa membawa pulang kemenangan dari Jakarta.

0 comments

    Leave a Reply