Tim SAR Temukan Satu Korban Pesawat ATR yang Jatuh di Dalam Jurang | IVoox Indonesia

14 Maret 2026

Tim SAR Temukan Satu Korban Pesawat ATR yang Jatuh di Dalam Jurang

Tim SAR Gabungan mengevakuasi serpihan pesawat ATR 42-500
Tangkapan layar - Tim SAR Gabungan mengevakuasi serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan usai di temukan di atas Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2025) (ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar)

IVOOX.id – Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan kecelakaan pesawat yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menemukan satu korban serta sejumlah bagian pesawat di area operasi pada Minggu, 18 Januari 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa operasi berlangsung dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat menantang.

“Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” kata Arif dalam siaran pers Minggu (18/1/2026).

Ia menyampaikan tim telah menemukan satu orang korban yang saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian. Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan.

"Pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54' 44"S dan 119° 44' 48" S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," ujar Arif.

Dalam pelaksanaan di lapangan kata Arif, beberapa Search and Rescue Unit (SRU) bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali. 

SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personel berhasil menyeberang ke titik dua. Sementara itu, SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan akses aman untuk dilalui dan setelah berkoordinasi dengan posko induk, diarahkan kembali ke posko.

“Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi,” katanya.

Arif menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel dan koordinasi antarunsur.

“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar,” katanya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dan berada di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.

0 comments

    Leave a Reply