Tim SAR Putuskan Pencarian Korban Longsor Cisarua Terus Dilaksanakan | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

Tim SAR Putuskan Pencarian Korban Longsor Cisarua Terus Dilaksanakan

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat melakukan konferensi pers di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (30/1/2026). ANTARA/Ilham Nugraha

IVOOX.id – Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diputuskan akan terus dilaksanakan. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan evaluasi terhadap proses pencarian korban longsor selama tujuh hari terakhir sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026).

Kepala Basarnas Mohammad Syafii berharap, semua korban longsor dapat ditemukan sebelum status darurat bencana berakhir. Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026) dan berlaku selama 14 hari sejak ditetapkan.

Lebih lanjut, Syafii menuturkan, pada hari ketujuh pencarian korban longsor, tim SAR gabungan menemukan korban meninggal dunia sebanyak lima kantong jenazah. 

Dengan demikian, sudah ada 60 kantong jenazah yang dievakuasi oleh tim SAR dan diserahkan kepada tim DVI Polda Jabar untuk diidentifikasi. Sementara itu, jumlah korban meninggal yang telah teridentifikasi sebanyak 44 jiwa.

"Jumlah korban yang masih dicari 20 jiwa," kata Syafii dalam siaran pers, Jumat (30/1/2026).

Pencarian korban longsor dilakukan oleh lebih dari 3.000 personil tim SAR gabungan. Tim memanfaatkan berbagai peralatan dalam mencari korban, seperti lima pesawat helikopter, 17 alat berat, dan 22 drone.

Operasi SAR pencarian korban longsor dilakukan selama 24 jam sehari. Meskipun pada malam hari, pencarian korban di lokasi longsor dihentikan, proses evaluasi dan koordinasi penanganan longsor terus dilaksanakan. 

"Tantangannya ketebalan longsor di titik tertentu lebih dari 10 meter, curah hujan tinggi sehingga alat berat hanya bisa dioperasikan di tepian sektor," kata Syafii.

0 comments

    Leave a Reply