Tim SAR Evakuasi Dua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 24-500

IVOOX.id – Personel TNI AD yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban kecelakaan pesawat ATR 24-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026. Dua korban ditemukan di bagian badan dan ekor pesawat.
"Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik mountaineering mengingat keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal di kawasan puncak Bulusaraung," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, Selasa (20/1/2026), dikutip dari Antara.
Dalam proses evakuasi tersebut, Donny menjelaskan personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Namun demikian, lanjut Donny, seluruh unsur tetap melanjutkan operasi secara disiplin, sesuai prosedur dan terkoordinasi.
Dia memastikan operasi evakuasi akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, sesuai prosedur dan perkembangan situasi di lapangan.
Sementara, prajurit Marinir TNI AL juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel Marinir Nana Karyana mengatakan, pihaknya mengerahkan personel dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI.
Nana mengatakan sejak Senin, 19 Januari 2026, personelnya bersama Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan sudah bergerak menuju lokasi jatuhnya pesawat.
"Prajurit Marinir bergerak cepat menuju area pencarian dengan menyusuri hutan dan mendaki jalur pegunungan terjal berbekal perlengkapan SAR serta kemampuan navigasi medan ekstrem," kata Nana, Selasa (20/1/2026), dikutip dari Antara.
Walau sempat diterpa kendala cuaca yakni hujan yang cukup deras dan kabut yang tebal, personel tetap berjalan menuju lokasi yang telah ditentukan.
Nana melanjutkan, personel Marinir sempat melakukan penyisiran intensif untuk menemukan badan pesawat maupun para korban.
Di titik tertentu, lanjut Nana, personel Marinir bersama Tim SAR Gabungan berhasil menemukan beberapa puing berupa badan pesawat di lereng gunung.
Kini, lanjut Nana, fokus personel Marinir yakni mencari dan mengevakuasi korban pesawat jatuh tersebut. Hingga kini proses pencarian yang dilakukan personel Marinir masih berlangsung.
"Kita pastikan akan terus berkolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, serta Basarnas demi memaksimalkan proses evakuasi," kata Nana
Pesawat jenis ATR 42-500 penerbangan dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat Transport itu diperkirakan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun melakukan pengumpulan data terkait jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Maros Pangkep, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan belum bisa memastikan penyebab pesawat tersebut terjatuh dan mengaku terkendala karena diduga emergency locator transmitter mati. Di sisi lain menurut Soerjanto, saat ini masih fokus pencarian lokasi jatuhnya pesawat dan pengumpulan data korban.


0 comments