Tim Gabungan TNGR Evakuasi Pendaki Meninggal dan Patah Kaki di Gunung Rinjani | IVoox Indonesia

May 17, 2026

Tim Gabungan TNGR Evakuasi Pendaki Meninggal dan Patah Kaki di Gunung Rinjani

pendaki asal Jawa Barat yang meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani
Tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap pendaki asal Jawa Barat yang meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/5/2026). ANTARA/HO-Balai TNGR NTB.

IVOOX.id – Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki asal Riau yang mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh di kawasan Gunung Rinjani Lombok saat melakukan pendakian. Sehari sebelumnya tim mengevakuasi pendaki yang meninggal saat pendakian gunung tersebut. 

"Pendaki bernama Karimus itu harus dievakuasi akibat patah tulang kaki, setelah terjatuh di sekitar puncak Gunung Rinjani," kata Kapolsek Sembalun Polres Lombok Timur Iptu Lalu Subadri di Lombok Timur, NTB, Sabtu (16/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan korban dilaporkan terjatuh sedalam 7 meter dari tempatnya beristirahat pada Jumat, 15 Mei 2026. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang kaki dan tidak dapat berjalan.

“Korban kedua jatuh saat hendak menuju puncak, posisinya sekitar 20–30 meter dari Pos Pelawangan," katanya.

Setelah mendapatkan informasi, tim gabungan dari TNGR, Polsek Sembalun, dan Edelweis Medical Help Center (EMHC) sudah bergerak naik untuk evakuasi.

"Kondisi korban stabil dan sudah diberi logistik serta penanganan awal di lokasi,” katanya.

Ia mengatakan tim rescue masih berupaya mengevakuasi korban patah tulang dari kawasan Pelawangan Sembalun menuju fasilitas medis terdekat.

"Kami mengimbau kepada wisatawan yang melakukan pendakian untuk tetap berhati-hati, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sebelumnya, juga Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki bernama Endang Subarna (48 tahun) asal Jawa Barat yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani.

"Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban," kata Kepala Balai TNGR Budy Kurniawan di Mataram, Jumat (15/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan peristiwa yang dialami korban bermula ketika melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian Kandang Sapi Sembalun dengan didampingi porter dan tour organizer, pada Kamis, 14 Mei 2026, pagi hari.

Selanjutnya, korban dan rombongan tiba di pos 4 dan rombongan pendakian istirahat, karena cuaca hujan dengan didampingi 2 guide untuk berteduh.

Sekitar pukul 16.00 Wita hujan reda, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.

"Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujannya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," katanya.

Mendapatkan informasi tentang adanya kecelakaan terhadap pengunjung pada pos 4 jalur pendakian Sembalun, petugas melakukan koordinasi dengan tim evakuasi (EMHC).

Proses evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim gabungan untuk memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis, namun korban tidak bisa diselamatkan atau meninggal dunia.

"Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong," katanya.

0 comments

    Leave a Reply