Tim DVI Identifikasi 14 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara

IVOOX.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri mengidentifikasi 14 dari 17 korban kecelakaan antara Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026.
“Dari 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS, sebanyak 14 jenazah yang telah berhasil teridentifikasi,” kata Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat konferensi pers di Palembang, Jumat (16/5/2026), dikutip dari Antara.
Adapun jenazah yang telah teridentifikasi, berdasarkan hasil dari sampel DNA yang diuji dari laboratorium forensik, yaitu Aldy Sulistiawan (L), Syamsiah Bachri (P), Zulpan Efendi (L), Agustina Maharani (P) atau istri dari Aldy Sulistiawan, Martoni (L), Aryanto (L), Klinton Wardana Marbun (L), Bahrul Ulum (L), Syafruddin Nasution (L), Alif Supriyatin (L), dan Budiyanto (L).
Berdasarkan data sekunder, tiga jenazah yang kembali teridentifikasi adalah Abella Zea Septiana, anak dari Aldy Sulistiawan, Zulkifli, serta Sukono.
“Sampai saat ini kami masih mengerjakan lagi tiga jenazah yang belum teridentifikasi,” kata Rony.
Jenazah telah diserahterimakan oleh Wakapolda Sumsel kepada masing-masing keluarga yang hadir di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Sementara, satu korban selamat kecelakaan Bus ALS bernama Jumiatun (43) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Rony mengatakan korban tersebut berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah meninggal dunia setelah kondisinya memburuk pada dini hari.
“Pada malam dini hari kondisi pasien memburuk dan setelah dilakukan tindakan medis intensif, pasien akhirnya dinyatakan tidak dapat tertolong. Pada pukul 08.48 WIB tadi pagi pasien dinyatakan meninggal dunia dan hari ini jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka,” katanya.
Dengan meninggalnya Jumiatun, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera tersebut bertambah menjadi 19 orang. Sebanyak 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Jumiatun sebelumnya dievakuasi ke Palembang melalui jalur darat dan telah menjalani dua kali operasi, termasuk tindakan pengangkatan jaringan rusak pada 11 Mei 2026.
Selain Jumiatun, korban selamat lainnya bernama Mohd. Tahrul Hubaidi lebih dahulu meninggal dunia di RS Rupit. Sementara satu korban lainnya atas nama Ngadiono masih menjalani perawatan di ruang rawat inap RS Bhayangkara Palembang dan kondisinya membaik.


0 comments