Terkait Temuan 995 Pucuk Senjata, Yayasan Sekolah: Tak Ada Ekskul Menembak | IVoox Indonesia

August 8, 2026

Terkait Temuan 995 Pucuk Senjata, Yayasan Sekolah: Tak Ada Ekskul Menembak

Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Hermawanto
Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Hermawanto memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi sekolah, Jumat (7/8/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

IVOOX.id – Pengurus yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menegaskan tidak ada kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak, terkait temuan 995 pucuk senjata di sekolah tersebut.

“Kami informasikan, berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata kuasa hukum yayasan Hermawanto kepada wartawan di lokasi sekolah, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan informasi yang diterima oleh pengurus baru dari para guru itu menyebut sekolah tidak pernah memiliki ekstrakurikuler menembak.

Berbeda dengan keterangan PT Lokta Karya Perbakin yang sebelumnya menyebutkan ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak yang berjalan sejak 2020 dan berhenti setelah pembinanya meninggal pada 2024.

Pengurus yayasan juga mengaku baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah memperoleh akses ke sejumlah ruangan yang sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Di dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD di sekolah swasta itu ditemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.

Polisi menerima laporan dari masyarakat perihal temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Penyidik sebelumnya telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal setelah mengetahui adanya temuan itu.

Selain itu, pembuatan Laporan Polisi Model A tersebut juga dilakukan sebagai dasar penanganan awal sebelum proses penyelidikan bergulir lebih lanjut.

Proses Belajar Mengajar Tetap Normal Usai Temuan 995

Pengurus yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal setelah temuan sekitar 995 senjata di lingkungan sekolah.

“Jadi, seperti teman-teman ketahui juga, hari ini baik-baik saja, semua berjalan dengan baik, semua pendidikan berjalan lancar, anak-anak juga sedang pada bermain-main, sedang belajar, dan semua seperti tidak ada apa-apa, karena memang tidak ada gangguan apa pun buat kami di sekolah,” kata kuasa hukum yayasan Hermawanto kepada wartawan di lokasi sekolah, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan pembongkaran ruangan dilakukan di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu aktivitas siswa.

Semua senjata, kata dia, saat ini berada di pihak kepolisian.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pihaknya pun berharap Pramono bersedia datang ke sekolah tersebut untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik.

“Makanya, kami sekarang sedang berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami juga sudah berkomunikasi dengan KPAI, dan kami juga sedang berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta,” ujar Hermawanto.

Lebih lanjut, dia berharap agar para penegak hukum maupun pemerintah berkenan mendatangi sekolah tersebut untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar. 

0 comments

    Leave a Reply