Survei Poltracking-XSagha: BRI Paling Dipercaya, PLN Teratas dalam Kesukaan terhadap BUMN | IVoox Indonesia

Survei Poltracking-XSagha: BRI Paling Dipercaya, PLN Teratas dalam Kesukaan terhadap BUMN

Gedung BRI
Ilustrasi - Gedung BRI. ANTARA/HO-BRI

IVOOX.id – Survei nasional Poltracking Indonesia bersama XSagha – Market Research & Brand Strategy menunjukkan BRI menjadi bank yang paling dipercaya publik, sementara PLN menempati posisi teratas dalam tingkat kesukaan masyarakat terhadap perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).

Peneliti XSagha, Ahmad Zia Fitrahuddin, menjelaskan survei tersebut dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Pengambilan sampel menjangkau 38 provinsi secara proporsional berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih dengan bantuan aplikasi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (10/10/2026).

Dalam pengukuran ingatan spontan terhadap BUMN, Pertamina menjadi perusahaan yang paling banyak disebut responden dengan 11,3 persen. Posisi berikutnya ditempati PLN sebesar 5,3 persen dan BRI sebesar 1,8 persen, sedangkan Pegadaian dan Bank Mandiri masing-masing memperoleh 0,5 persen.

Adapun dari sisi kesukaan, PLN meraih angka tertinggi sebesar 77,3 persen, disusul BRI 75,4 persen, Telkom Indonesia 73,3 persen, dan Pertamina 73,2 persen. Pos Indonesia memperoleh 69,8 persen, Bank Mandiri 67,5 persen, BNI 66,2 persen, KAI 62,3 persen, Pegadaian 57,8 persen, dan BTN 52,9 persen.

Pada sektor perbankan, BRI mencatat proporsi responden yang menyatakan sebagai nasabah sebesar 45,4 persen. Bank Mandiri memperoleh 13,7 persen, BNI 9,4 persen, dan BTN 3 persen.

Ketika membandingkan bank BUMN dan swasta, BRI juga menjadi bank yang paling dipercaya dengan 45,4 persen. Bank Mandiri menyusul dengan 11,5 persen, BCA 8,3 persen, BNI 4 persen, dan BSI 2,9 persen.

Jaringan ATM dan kantor cabang yang luas menjadi alasan utama masyarakat memilih atau memercayai bank, dengan angka 24,5 persen. Faktor lainnya adalah aplikasi mobile banking yang jarang mengalami gangguan sebesar 12,3 persen dan kemudahan pengajuan kredit atau pinjaman sebesar 11,2 persen.

Di sektor energi, Pertamina mendominasi pilihan SPBU untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan dengan 84,3 persen. Sementara itu, Shell memperoleh 1,6 persen, BP AKR 0,4 persen, dan Vivo 0,2 persen.

PLN juga mencatat penilaian positif. Sebanyak 73,2 persen responden menyatakan puas terhadap layanan PLN, sedangkan 19,2 persen menyatakan tidak puas. Untuk penanganan keluhan dan kebutuhan pelanggan, 72,9 persen menilai PLN baik dan 18 persen menilai sebaliknya.

Pada sektor otomotif, Toyota dan Honda menjadi merek mobil yang paling dipercaya, masing-masing dengan 15 persen dan 14,9 persen. Untuk mobil listrik, BYD memperoleh 9,2 persen, Wuling 4,1 persen, dan Chery 4 persen. Keraguan terhadap kualitas, keamanan, serta harga masih menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih mobil listrik.

Di sektor telekomunikasi, Telkomsel menjadi operator seluler yang paling dipercaya terkait kualitas dan jaringan dengan 46,9 persen, disusul Indosat atau IM3 sebesar 14,7 persen dan AXIS 8,4 persen. Sementara pada layanan ekspedisi, J&T Express memimpin dengan 43 persen, diikuti JNE Express 12,3 persen dan Pos Indonesia 7,2 persen.

Untuk air minum dalam kemasan, Aqua memperoleh tingkat kepercayaan tertinggi sebesar 46,2 persen, disusul Le Minerale 26,8 persen dan Cleo 3,6 persen. Harga dan kemudahan memperoleh produk menjadi pertimbangan utama konsumen, dengan angka 35,5 persen.

Ahmad menyatakan hasil survei tersebut menggambarkan persepsi publik pada pertengahan Agustus 2026. Menurutnya, persepsi masyarakat masih berpotensi berubah seiring promosi dan strategi yang dijalankan perusahaan BUMN maupun merek di berbagai sektor.

Temuan ini memperlihatkan bahwa ingatan merek, tingkat kesukaan, kepercayaan, dan penggunaan layanan merupakan indikator berbeda dalam menilai posisi perusahaan di mata masyarakat. Karena itu, hasil survei dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi perusahaan dalam memperkuat layanan, memperluas akses, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

0 comments

    Leave a Reply