Survei Poltracking: MBG Paling Dirasakan Manfaatnya, tetapi Kepuasan Publik Masih di Bawah 50 Persen

IVOOX.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, tingginya tingkat pengenalan terhadap program tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kepuasan publik.
Survei nasional Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 mencatat MBG sebagai program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya, dengan angka 29,6 persen. Program berikutnya adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 11,4 persen dan Kartu Indonesia Sehat sebesar 9,6 persen.
“Dari sisi pengenalan program, sebanyak 92,4 persen responden mengetahui MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Akan tetapi, di antara responden yang mengetahui program tersebut, 49,5 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 47,4 persen menyatakan puas,” ujar Hanta Yuda AR Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia dalam konferensi pers secara daring pada Senin (19/10/2026).
Temuan ini menunjukkan bahwa popularitas program belum otomatis menghasilkan penilaian positif. Pemerintah masih perlu memastikan pelaksanaan MBG memenuhi harapan masyarakat, baik dari sisi kualitas maupun manfaat yang diterima.
“Persoalan serupa terlihat pada program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sebanyak 75,5 persen responden mengetahui program tersebut, sementara 18,8 persen mengaku tidak tahu. Namun, di antara masyarakat yang mengetahui KDMP, sebanyak 46,1 persen menyatakan tidak puas dan hanya 27,8 persen menyatakan puas,” katanya.
Berbeda dengan kedua program tersebut, Sekolah Rakyat memperoleh penilaian lebih positif dari masyarakat yang mengenalnya. Survei mencatat 45,6 persen responden mengetahui Sekolah Rakyat sebagai program unggulan pemerintah, sedangkan 45,9 persen mengaku tidak tahu.
Di antara responden yang mengetahui program Sekolah Rakyat, 65,5 persen menyatakan puas dan 15,3 persen menyatakan tidak puas. Hasil ini memperlihatkan bahwa apresiasi publik terhadap program tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan MBG dan KDMP.
Secara keseluruhan, survei Poltracking Indonesia menunjukkan 55,3 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 40,9 persen tidak puas. Bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran menjadi alasan kepuasan terbesar, yakni 16,5 persen, disusul MBG sebesar 15 persen.
Sebaliknya, ekonomi yang belum stabil menjadi alasan ketidakpuasan paling dominan, mencapai 18,9 persen. Harga kebutuhan pokok yang mahal dan bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran juga menjadi sumber keluhan masyarakat.
Survei tersebut melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi dengan metode stratified multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Hasil survei ini menjadi catatan bagi pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan program prioritas. Tingkat pengenalan yang tinggi perlu diikuti dengan kualitas implementasi dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sementara itu, penilaian positif terhadap Sekolah Rakyat dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami aspek program yang mendapat apresiasi publik.
Menjelang dua tahun pemerintahan, tantangannya bukan sekadar memperluas jangkauan program, melainkan memastikan setiap kebijakan berjalan efektif, menjawab kebutuhan masyarakat, dan memperoleh kepercayaan melalui hasil nyata.


0 comments