Survei Poltracking: Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Utama Ekonomi, Publik Nilai Pemerintah Prabowo-Gibran Kurang Berhasil

IVOOX.id – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan persoalan ekonomi masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Harga kebutuhan pokok dinilai menjadi masalah yang paling banyak dirasakan masyarakat sekaligus pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah.
Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR dalam pemaparan survei bertajuk “Membaca Tren Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Presiden-Wakil Presiden”, Senin (31/8/2026).
Dalam survei tersebut, persepsi masyarakat terhadap kondisi penghasilan rumah tangga dalam setahun terakhir masih cenderung positif. Sebanyak 58,7 persen responden menilai kondisi penghasilan rumah tangga mereka baik. Sementara itu, 32,3 persen lainnya mengatakan kondisi tersebut tidak baik.
Namun, tekanan ekonomi terlihat dari meningkatnya pengeluaran rumah tangga. Sebanyak 62,5 persen masyarakat mengaku harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan rumah tangga dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya 27,7 persen yang menyatakan pengeluaran mereka lebih sedikit.
Kondisi serupa terlihat pada persoalan harga kebutuhan pokok. Sebanyak 55,6 persen responden menyatakan harga kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir tidak terjangkau. Sebaliknya, 38,3 persen menilai harga kebutuhan pokok masih terjangkau.
“Angka ini menjadi perhatian penting sebagai peringatan bagi pemerintahan bahwa ada angka yang tidak terlalu tinggi meski masih relatif mayoritas,” ujar Hanta dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Poltracking Indonesia.
Menurut Hanta, mahalnya harga kebutuhan pokok menjadi persoalan ekonomi yang paling dominan dalam persepsi masyarakat. Sebanyak 44,3 persen publik mengaku terdampak oleh tingginya harga kebutuhan pokok.
Persoalan tersebut jauh lebih dominan dibandingkan masalah biaya berobat atau kesehatan yang mahal sebesar 7,5 persen serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan sebesar 6,7 persen.
“Mayoritas sekali 44,3 persen jadi persoalan harga pokok persoalan ekonomi cukup determinan dalam temuan survei kali ini,” katanya.
Di sisi lain, survei juga menunjukkan sejumlah aspek yang dinilai berhasil ditangani pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satunya adalah kemampuan menjaga kerukunan antarumat beragama yang memperoleh penilaian positif sebesar 72,5 persen.
“Ini merupakan masalah yang berhasil ditangani oleh pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, dikuti menjaga persatuan dan kesatuan bangsa 64 persen serta menjaga keamanan 63,8 persen,” kata Hanta.
Namun, penilaian berbeda muncul ketika publik ditanya mengenai kemampuan pemerintah mengatasi sejumlah persoalan ekonomi. Kinerja pemerintah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok hanya dinilai berhasil oleh 33,2 persen responden.
Sementara itu, upaya pemerintah menurunkan angka pengangguran memperoleh penilaian berhasil sebesar 32,2 persen. Kedua persoalan tersebut menjadi aspek dengan penilaian kinerja terendah dalam survei.
“Yang terakhir angka yang paling kinerja dianggap persepsi publik kurang berhasil yang terbawah adalah kemampuan mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menurunkan angka pengangguran, lagi-lagi masalah ekonomi paling determinan,” ujarnya.
Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka. Survei melibatkan 1.220 responden dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


0 comments