Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra 23,2 Persen, PDIP 11,6 Persen | IVoox Indonesia

Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra 23,2 Persen, PDIP 11,6 Persen

Warga memeriksa surat suara sebelum melakukan pencoblosan
Ilustrasi: Warga memeriksa surat suara sebelum melakukan pencoblosan saat pemungutan suara ulang Pilkada KabupatenPesawaran di TPS 004 Dusun Sri Menanti, Gedong Tataan, Pesawaran. ANTARA/Ardiansyah

IVOOX.id – Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional mengenai peta elektoral dan dinamika partai politik 2026. Dalam simulasi surat suara yang melibatkan 18 partai politik, Partai Gerindra mencatat elektabilitas 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan 11,6 persen dan Partai Golkar 10,4 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan metode stratified multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih dengan bantuan aplikasi.

Poltracking melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi secara proporsional berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Stratifikasi dilakukan berdasarkan proporsi jenis kelamin pemilih. Survei memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan survei tersebut secara umum bertujuan mengukur peta elektoral serta dinamika partai politik terkini.

“Dalam simulasi 18 partai politik, setelah Gerindra, PDI Perjuangan dan Golkar, elektabilitas PKB tercatat 6,2 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, Partai NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen dan PPP 1,9 persen. Sementara partai politik lainnya berada di bawah 1 persen,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring pada Rabu (23/9/2026).

Survei juga memotret hubungan publik dengan partai politik. Sebanyak 49,7 persen responden menyatakan masih percaya terhadap keberadaan partai politik, sedangkan 37,1 persen menyatakan tidak percaya. Namun, hanya 12,3 persen yang merasa dekat dengan partai politik, sementara 66,8 persen menyatakan tidak merasa dekat.

Dalam pilihan legislatif, responden lebih banyak menyatakan cenderung memilih calon anggota legislatif dibandingkan partai politik. Sebanyak 53,3 persen memilih caleg, sedangkan 24,7 persen memilih partai politik.

Terkait ambang batas parlemen, hanya 17,7 persen responden yang mengaku mengetahui bahwa ambang batas saat ini sebesar 4 persen. Sebanyak 64,7 persen mengaku tidak mengetahuinya. Di antara responden yang mengetahui ambang batas tersebut, 49 persen menilai angka 4 persen tetap tepat, 14,8 persen memilih di atas 7 persen, dan 7,6 persen memilih 6 persen.

Survei juga menunjukkan dukungan partai politik terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak selalu memengaruhi pilihan responden. Sebanyak 44,6 persen mengatakan dukungan tersebut tidak memengaruhi pilihan terhadap partai, sedangkan 32,8 persen menyatakan berpengaruh.

Untuk pilihan pasangan capres-cawapres, 44,5 persen menyatakan dukungan partai tidak memengaruhi pilihan mereka, sementara 33 persen mengatakan berpengaruh. Di sisi lain, 57,6 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak mengenal anggota DPR RI yang mewakili daerahnya, sedangkan 26,2 persen menyatakan tahu atau mengenalnya.

Pada pertanyaan terbuka mengenai asosiasi terhadap sejumlah partai, Gerindra paling banyak dikaitkan dengan Prabowo Subianto sebesar 26,1 persen, PDI Perjuangan dengan Megawati Soekarnoputri 17 persen, Demokrat dengan Susilo Bambang Yudhoyono 16 persen, dan NasDem dengan Surya Paloh 11 persen.

Poltracking menyebut temuan tersebut merupakan gambaran survei pada pertengahan Agustus 2026. Persepsi publik, menurut rilis tersebut, masih dapat berubah bergantung pada isu serta langkah strategis yang diambil masing-masing partai politik.

0 comments

    Leave a Reply