Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Menang Lawan Persik Kediri 2-1 | IVoox Indonesia

Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Menang Lawan Persik Kediri 2-1

Pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho
Pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persik Kediri dalam pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium, Jakarta, Senin (26/10/2026). Persija Jakarta menang dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Fauzan/kye (ANTARA FOTO/FAUZAN)

IVOOX.id – Persija Jakarta kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 seusai mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin, 26 Oktober 2026.

Mengutip Antara, di laga tersebut, Persija tertinggal lebih dahulu lewat gol Imanol Garcia pada menit ke-10. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu bangkit pada babak kedua untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol Denis Kolinger (64') dan Rizky Ridho (66').

Persik memulai laga dengan baik setelah sistem pressing tinggi yang mereka terapkan berjalan efektif sejak menit pertama.

Hasilnya, mereka mengejutkan tuan rumah Persija lewat gol pada menit ke-10 yang disumbangkan Imanol Garcia lewat sundulan, memanfaatkan assist dari Ernesto Gomez.

Setelah kemasukan gol, Persija masih tidak leluasa untuk memainkan permainan terbaiknya. Beberapa kali umpan-umpan yang mereka lancarkan ke sepertiga akhir pertahanan Persik masih gagal membuahkan peluang emas.

Persija sesekali mencoba mengandalkan kemampuan individu pemainnya. Pada menit ke-34, cara itu sempat memunculkan kesempatan dari tusukan Arylansyah Abdulmanan berhasil masuk ke area kotak penalti Persik. Akan tetapi, umpan tariknya mampu dihalau pemain Persik.

Lima menit terakhir paruh pertama laga, Persija menemukan celah di lini belakang Persik dan membuat dua peluang.

Pertama, ketika Witan Sulaeman mengangkat bola dan diterima Arlyansyah pada menit ke-43. Arlyansyah melakukan sedikit gocekan yang diakhiri tembakan kaki kiri, tetapi diblok pertahanan Persik.

Dua menit setelah itu, peluang emas didapatkan Alexander Jeremejeff, saat dia mendapatkan bola di depan gawang dari kesalahan bek Persik. Namun, sepakannya masih membentur mistar gawang.

Pada menit ke-45+2, kesalahan umpan terjadi di lini belakang Persija, yang kemudian diterima Ernesto. Pemain asal Spanyol itu lalu melepaskan tembakan keras ke gawang, tetapi diantisipasi kiper Persija Nadeo Argawinata. Babak pertama pun berakhir 1-0 untuk keunggulan Persik.

Seusai jeda, pelatih Persija Shin Tae-yong melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Rizky Ridho dan Kwon Chang-hoon untuk menggantikan Fabio Calonego dan Witan Sulaeman.

Itu merupakan pergantian pemain kedua dan ketiga Persija di laga tersebut. Sebelumnya, Rio Fahmi sudah masuk pada menit ke-22 untuk menggantikan Kerim Memija yang cedera.

Dua pergantian ini terbukti jitu karena Macan Kemayoran lebih bisa mengendalikan permainan. Mereka mulai bisa menetralisir serangan-serangan balik Persik yang berjuluk Macan Putih, hingga kemudian menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 2-1 dalam tiga menit.

Gol penyama kedudukan Persija diciptakan Denis Kolinger melalui sundulan membelakangi gawang, saat dia memanfaatkan umpan tendangan bebas Rayhan Hannan pada menit ke-64.

Tidak lama setelah itu, berawal dari situasi bola mati yang dieksekusi Kwon, Kolinger memberikan umpan terukur kepada Ridho dan langsung diakhiri sepakan "first time", yang merobek jala gawang Husna Al Malik untuk kedua kalinya pada menit ke-66.

Setelah membalikkan keadaan, Persija bermain lebih percaya diri. Mereka beberapa kali menemukan celah di pertahanan Persik lewat serangan cepat.

Kwon terbebas dari kawalan pada menit ke-72. Pemain asal Korea Selatan itu kemudian memberikan umpan kepada Jeremejeff yang terbebas. Namun, sayangnya penyerang asal Swedia tersebut gagal memanfaatkan peluang yang ia dapatkan setelah tembakannya melambung.

Pada menit ke-74, giliran Arlyansyah yang memiliki kesempatan. Dari sisi kanan, ia berhadapan satu lawan satu dengan pemain Persik, yang kemudian ia akhiri dengan tembakan keras kaki kanan yang masih ditepis oleh Husna.

Pada 10 menit terakhir, Persik berupaya keras untuk menyamakan kedudukan. Tim asal Kediri ini memiliki beberapa momen untuk mencetak gol, termasuk melalui tendangan bebas pada detik-detik terakhir setelah adanya drama yang diwarnai intervensi video assistant referee (VAR).

VAR terlibat persis setelah Persija menghadirkan gol ketiga dari sepakan Ivan Mamut. Pada akhirnya, gol tersebut dianulir karena VAR memutuskan terjadi pelanggaran di depan kotak penalti Persija sebelum Mamut mencatatkan namanya di papan skor.

Namun, kesempatan terakhir yang dimiliki Persik tak mampu dimanfaatkan menjadi gol. Skor 2-1 untuk kemenangan Persija menjadi hasil akhir pertandingan.

Kemenangan ini membuat Persija memuncaki klasemen sementara Super League dengan 18 poin, unggul empat poin dari Dewa United Banten FC yang berada di peringkat kedua dengan 14 poin.

Adapun, kekalahan ini menempatkan Persik di peringkat kesembilan dengan 10 poin, hasil tiga kemenangan, satu seri, dan tiga kekalahan dari tujuh pertandingan.

Pelatih Kepala Persija Jakarta Shin Tae-yong mengapresiasi kerja keras pemainnya saat berhasil bangkit untuk meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri.

"Pertama-tama, pastinya karena para pemain kita bekerja keras sampai akhir dan tidak menyerah. Itu yang menjadi kunci untuk mendapatkan kemenangan," kata Shin dalam jumpa pers usai pertandingan di JIS, Senin (26/10/2026), dikutip dari Antara.

Hasil tersebut menjadi kemenangan keenam Persija dari tujuh laga pertama di Super League musim ini. Tambahan tiga poin ini membuat Persija semakin kokoh di puncak klasemen dengan 18 poin atau unggul empat poin atas Dewa United Banten FC di peringkat kedua.

Meski puas dengan hasil yang diraih, pelatih asal Korea Selatan itu menilai kondisi rumput JIS perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, kualitas lapangan yang tidak memadai dapat menghambat permainan tim sekaligus mengurangi kualitas tontonan bagi suporter yang hadir langsung di stadion.

"Kondisi lapangan sangat-sangat tidak baik. Sebenarnya tidak boleh bermain bola dengan kondisi lapangan seperti itu," ucap Shin.

"Ya, mungkin dari beberapa pihak juga harus mengevaluasi ya, untuk mengontrol rumput ini dengan lebih baik lagi. Jadi kami pun bisa memberikan yang terbaik, kami pun bisa memberikan kesenangan, kebahagiaan, atau performa yang baik kepada para fan yang datang langsung ke stadion," tambah dia.

Sementara itu, Rizky Ridho mengungkapkan pesan yang ditegaskan pelatihnya saat jeda babak setelah timnya dalam posisi tertinggal.

Dalam momen itu, kata Ridho, Shin menularkan semangat kepada pemainnya untuk tak menyerah, guna menghindari kekalahan di kandang sendiri.

"Ya, pertama-tama kita tahu kita main di kandang. Kita enggak mau juga mendapatkan kekalahan di kandang dengan suporter kita sendiri. Jadi, ketika di ruang ganti juga Coach memberikan instruksi jangan sampai kalah di kandang, jadi kita harus lebih kerja keras lagi," ucap Ridho, dikutip dari Antara.

Sementara, pelatih Kepala Persik Kediri Marcos Reina mengkritik kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persija Jakarta di stadion tersebut.

"Saya sangat bangga kepada tim dan para pemain. Mereka berjuang seperti singa di stadion ini, yang merupakan stadion luar biasa dan berkelas. Namun, kondisi rumputnya sangat buruk," kata Reina dalam jumpa pers setelah pertandingan di JIS, Senin (26/10/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Reina, kondisi rumput di JIS membuat kedua tim tak bisa menampilkan permainan terbaiknya. Hal ini juga yang menyebabkan ketiga gol di laga ini semuanya berawal dari situasi bola mati.

Reina menyebut, ciri khas permainan Macan Putih seperti melakukan umpan-umpan pendek dan mendominasi pertandingan tak bisa terlihat pada laga ini karena buruknya kualitas rumput di JIS.

Ia pun mengatakan situasi ini menyebabkan timnya mengubah cara bermain, dengan bermain lebih sederhana untuk mencetak gol dan setidaknya mendapatkan satu poin.

"Para pemain pantas mendapatkan apresiasi karena terus berjuang seperti ini dan mampu membuat Persija kesulitan hingga pertandingan berakhir. Saya bangga kepada tim," kata pelatih asal Spanyol itu.

"Tentu, saya tidak senang dengan hasil ini karena kami ingin setidaknya mendapatkan satu poin. Menurut saya, kami pantas mendapatkannya. Namun, inilah sepak bola," tambah dia yang menyebut Persija sebagai tim terbaik di liga saat ini.

Hal yang sama juga dikeluhkan perwakilan pemain, Marcelo Djalo. Ia mengatakan bahwa rumput di JIS membuat kedua tim harus beradaptasi keras di pertandingan untuk menampilkan permainan terbaik.

"Gol pertama kami tercipta melalui situasi bola mati, begitu juga dengan gol Persija. Gol yang menentukan kemenangan mereka juga berasal dari situasi bola mati," kata bek 33 tahun tersebut, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply