Super League 2026/2027: Persebaya Menang Tipis Lawan PSIM Jogja 1-0

IVOOX.id – Persebaya Surabaya menang tipis 1-0 atas PSIM Jogja melalui gol Alex Martins pada menit ke-81 dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 13 September 2026, malam.
Mengutip Antara, hasil pertandingan tersebut menempatkan Persebaya ke posisi tujuh dengan empat poin dari satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sedangkan PSIM berada di posisi ke-12 dengan satu poin dari satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Pada awal babak pertama, Persebaya mencoba membuka ruang pertahanan PSIM dengan mengandalkan serangan dari sisi kanan.
Peluang Persebaya terbuka pada menit ke-empat setelah terjadi kemelut di depan pertahanan PSIM. Miguel Pereira langsung mengambil bola dan mencoba mengarahkannya ke gawang, tetapi masih dapat diantisipasi kiper PSIM Cahya Supriadi.
Anak asuh Jean-Paul van Gastel itu juga memberikan perlawanan dengan berusaha menembus pertahanan Persebaya, tetapi upaya tersebut belum membuahkan peluang berbahaya.
PSIM menciptakan peluang pada menit ke-28 melalui tendangan Pulga Vidal dari luar kotak penalti, tetapi bola masih dapat diantisipasi penjaga gawang Persebaya Ernando Ari.
Menjelang akhir babak pertama, kedua tim semakin intens melancarkan serangan, tetapi belum mampu memecah kebuntuan dan menciptakan gol.
Pada menit ke-44, Van der Avert menciptakan peluang emas setelah bola sundulan membentur mistar gawang sebelum bola berhasil diamankan lini belakang Persebaya.
Giliran Persebaya mendapat peluang emas saat tambahan waktu babak pertama melalui tendangan bebas Francisco Rivera yang membentur pemain PSIM dan hampir berbuah gol. Tapi, bola masih membentur tiang gawang sebelah kiri. Hingga wasit meniup peluit untuk turun minum, skor tetap imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung mengambil inisiatif menyerang dengan berupaya menekan pertahanan PSIM.
Lima menit berselang, Toni Firmansyah yang menggantikan Yan Mabella dijegal di depan kotak penalti, sehingga pemain PSIM Adrian Purzycki mendapat kartu merah pada menit ke-50.
Meskipun bermain dengan 10 pemain, PSIM masih mampu melancarkan serangan dan Abiyoso sempat melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang Persebaya.
Giliran Persebaya membalas melalui serangan balik dan Francisco Rivera melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-62, tetapi bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Laskar Mataram.
Persebaya kembali mendapat peluang emas pada menit ke-75 melalui sontekan Miguel Pereira setelah mendapat umpan dari Jefferson, tetapi bola masih tipis melewati sisi depan gawang PSIM.
Persebaya akhirnya mampu merobek gawang PSIM pada menit ke-81 melalui diving header Alex Martins setelah menerima umpan Jefferson Silva dari sisi kanan pertahanan lawan, sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Klub asal Yogyakarta itu masih berusaha menyamakan kedudukan dan pada tambahan waktu babak kedua, melalui M Iqbal. Namun, sepakan bola pemain tersebut membentur pemain belakang Persebaya, dan masih mampu ditepis Ernando Ari.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan skor tetap 1-0, kemenangan untuk Persebaya.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyatakan skuad asuhannya mengalami kesulitan saat menghadapi sepuluh pemain PSIM dalam laga Super League pekan kedua yang berakhir 1-0 untuk Persebaya.
"Kadang-kadang jauh lebih sulit bermain 11 lawan 10 karena tim yang kekurangan pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan total," kata Bernardo dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026), dikutip dari Antara.
Ia menyatakan Bajol Ijo kesulitan membongkar pertahanan lawan yang menutup ruang meskipun ada banyak peluang melalui umpan silang, sundulan, dan berbagai skenario serangan lain.
Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya layak menang.
"Saya pikir kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak umpan silang, dan lebih banyak kesempatan menembak," ucapnya.
Ia mengapresiasi pemain-pemainnya yang berjuang untuk menang, terutama pencetak gol Alex Martins yang belum sepenuhnya pulih dari cedera.
Menurut dia, kondisi Alex mulai menurun setelah bermain sekitar 30 hingga 35 menit sehingga pihaknya tidak ingin memaksakan penyerang tersebut.
Pemain Persebaya Jefferson Silva menyatakan senang membantu Persebaya melalui assist pertamanya musim ini untuk gol Alex Martins.
Ia menilai kemenangan itu hasil kerja keras seluruh pemain dan Persebaya harus mempertahankan agresivitas ketika bermain di kandang.
"Saya berharap bisa lebih banyak membantu tim dengan assist lainnya," tuturnya.
Sementara, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel menyebut kartu merah kepada Adrian Purzycki mengubah jalannya pertandingan.
“Babak pertama berjalan seimbang, dan saya rasa permainan berubah ketika kami mendapat kartu merah setelah menit awal babak kedua,” kata Jean-Paul dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (13/9/2026), dikutip dari Antara.
Ia menilai ketimpangan itu membuat Laskar Mataram harus lebih banyak bertahan meski mampu meredam tekanan Persebaya yang banyak mengandalkan umpan silang.
Pelatih asal Belanda itu menilai para pemainnya mampu menjalankan tugas bertahan dengan baik meski harus menghadapi tekanan Persebaya setelah bermain dengan 10 orang.
Menurut dia, kondisi tersebut juga menjadi alasan untuk tidak terburu-buru mengganti pemain karena sebagian besar pemain masih bugar dan mampu menjalankan strategi yang diterapkan.
Jean-Paul hanya menarik keluar Safio Sheva yang mengalami kram.
Ia mengatakan situasi baru berubah setelah Persebaya mencetak gol pada menit ke-81 sehingga PSIM harus mengambil risiko lebih besar untuk mengejar ketertinggalan.
“Ketika Anda kebobolan, anda harus mencoba mencetak gol, itulah sebabnya kami memasukkan tenaga baru,” ucapnya.
Kiper PSIM Cahya Supriadi mengakui pertandingan menghadapi Persebaya cukup berat bagi timnya, terutama setelah harus bermain dengan sepuluh pemain.
“Mungkin pertandingan ini cukup berat juga untuk kami, tapi saya ucapkan selamat untuk Persebaya yang bermain bagus dan kami juga bisa memberikan perlawanan,” kata Cahya, dikutip dari Antara.
Ia menilai rekan-rekannya tetap berusaha memberikan perlawanan meski situasi pertandingan tidak mudah setelah kehilangan satu pemain pada babak kedua.
Dia berharap hasil laga ini menjadi bahan evaluasi PSIM untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya melawan Madura United.
Pada pertandingan selanjutnya, Persebaya akan menjamu Garudayaksa FC pada Sabtu, 19 September 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, sedangkan PSIM akan bertandang ke markas Madura United pada Jumat, 18 September 2026, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan.


0 comments