Super League 2026/2027: Persebaya Imbang Lawan Persijap 1-1

IVOOX.id – Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 saat melawan Persijap Jepara dalam pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 30 Oktober 2026, malam.
Mengutip Antara, Persijap mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-55 lewat Vasko Kalezic dan gol Persebaya dicetak oleh Miguel Pereira pada menit ke-90+1.
Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya menempati peringkat kelima dengan 13 poin dari hasil tiga kali menang, empat kali seri, dan satu kali kalah, sedangkan Persijap Jepara berada di posisi ke-18 dengan dua poin dari hasil dua kali seri dan enam kali kalah.
Babak pertama pertandingan antara Persebaya dan Persijap Jepara berjalan cukup sengit dengan intensitas tinggi. Persebaya menggunakan formasi 4-3-3, sementara Persijap turun dengan formasi 4-2-4.
Persebaya mencoba mendikte tempo sejak awal melalui penguasaan bola dan tekanan dari dalam. Tembakan Miguel Pereira pada menit ke-2 sempat diganggu pemain lawan sehingga melenceng ke sisi kiri.
Disusul peluang sundulan Yuran Fernandes di menit ke-5 yang hanya meluncur tipis di dekat tiang kiri gawang.
Memasuki menit ke-10, kedua tim saling bertukar serangan yang diwarnai beberapa benturan antarpemain.
Pada menit ke-16, Yuran Fernandes dinyatakan melakukan pelanggaran karena berbenturan dengan penjaga gawang saat menyambut tendangan sudut Toni Firmansyah.
Persijap kemudian merespons lewat serangan balik dan mendapatkan peluang emas dari tendangan bebas Vasko Kalezic pada menit ke-19, namun bola berhasil ditangkap oleh penjaga gawang M. Reza Arya.
Ancaman Persijap berlanjut pada menit ke-25 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan Jose Antonio Ruiz Lopez (Pirulo). Bola berhasil ditepis oleh M. Reza Arya sebelum akhirnya disapu bersih oleh Jose Walber Mota.
Persijap kembali membuang peluang emas ketika Yaya Sogodogo berdiri bebas memanfaatkan kesalahan Yuran Fernandes, namun tembakannya justru melebar ke sisi kanan gawang.
Menjelang turun minum, tembakan spekulasi Miguel Pereira dari luar kotak penalti pada menit ke-44 kembali melenceng, menutup babak pertama dengan skor imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, Persebaya melakukan pergantian pemain dengan menarik Ricky Pratama dan memasukkan Malik Risaldi. Tuan rumah langsung menekan, tetapi tendangan Miguel Pereira pada menit ke-46 masih mampu diamankan penjaga gawang Persijap, Moch. Sendri Johansah.
Persijap akhirnya menjebol gawang Persebaya pada menit ke-55 melalui sontekan Vasko Kalezic setelah menerima umpan Yaya Sogodogo. Skor menjadi 1-0, keunggulan sementara untuk Persijap.
Persebaya kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Yann Kevin Mabella pada menit ke-62. Sementara itu, Persijap mengancam melalui Juan Douglas semenit kemudian, tetapi peluang tersebut terhenti karena offside.
Pada menit ke-68, Reza Arya tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Vasko Kalezic dalam situasi satu lawan satu. Kedua tim kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas permainan.
Persebaya akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-90+1 melalui sundulan Risto Mitrevski yang menyambut tendangan sudut Francisco Rivera sehingga skor menjadi 1-1.
Pada menit ke-90+5 Persebaya kembali mencetak gol. Namun gol Miguel Pereira dianulir setelah wasit meninjau VAR dan menilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Persijap, Moch. Sendri Johansah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.
Pada laga berikutnya, Persebaya dijadwalkan bertandang menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu, 7 November 2026, sedangkan Persijap Jepara akan menjamu Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara di hari yang sama.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengkritik wasit yang mensahkan gol Persijap Jepara saat kedua tim bermain imbang 1-1.
"Menurut saya, itu seharusnya pelanggaran dan VAR harus menganulir gol tersebut. Pemain nomor 12 Persijap tidak menyentuh bola, tetapi mengenai kaki Miguel sehingga membuatnya terjatuh," kata Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026), dikutip dari Antara.
Menurut pelatih asal Portugal itu, para pemain Persebaya sempat mengira wasit akan menghentikan pertandingan karena pelanggaran itu sehingga konsentrasi terganggu ketika gol Persijap disahkan.
Ia mempertanyakan proses pemeriksaan VAR karena menilai tayangan ulang seharusnya dapat memperlihatkan kontak antara pemain Persijap dan Miguel.
Namun Tavares mengakui Persebaya tak menunjukkan permainan terbaik pada babak pertama karena memberikan sejumlah kesempatan Persijap untuk melancarkan serangan balik.
Menurut dia, Persebaya sebenarnya mampu menguasai bola dan berusaha membangun serangan dari satu sisi ke sisi lain untuk mencari celah di pertahanan lawan.
Dia menilai penampilan timnya meningkat pada babak kedua, meskipun Persijap yang justru mencetak gol.
Setelah tertinggal, Tavares meminta para pemain meningkatkan intensitas serangan dengan menambah pemain di lini depan.
Strategi itu malah memberikan kesempatan kepada Persijap untuk melancarkan serangan balik.
Persebaya melepaskan 14 tendangan sudut dan melepaskan banyak tembakan, tetapi gagal menjadi gol.
Tavares mengatakkan tidak banyak merotasi pemain karena mempertimbangkan kualitas lawan, waktu pemulihan Persijap yang lebih panjang dua hari, serta kondisi dan performa pemainnya.
"Saya pikir pada momen ini saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada suporter kami yang datang ke sini. Dan apa yang bisa saya janjikan kepada mereka adalah kerja keras," ujarnya.
Kapten Persebaya Francisco Rivera mengatakan seluruh pemain kecewa karena gagal menang di hadapan pendukung sendiri.
"Menurut saya, ada dua momentum dalam pertandingan. Kartu kedua seharusnya menjadi kartu merah dan itu bisa mengubah pertandingan. Kemudian gol Jepara, seperti yang sudah kalian lihat. Semua pemain kecewa karena kehilangan dua poin di Gelora Bung Tomo," kata Rivera, dikutip dari Antara.
Sementara, pelatih Persijap Jepara Juan Cortes menyatakan kepuasaannya bisa membawa pulang satu poin dari kandang Persebaya.
"Kami datang ke sini untuk mengambil poin dan itu menjadi tujuan kami. Pada akhirnya, kami bisa membawa pulang satu poin dan harus bersyukur atas hasil tersebut," kata Cortes dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengatakan sebelum pertandingan, tim pelatih telah mempelajari pola permainan Persebaya, terutama umpan silang dan situasi bola mati yang kerap dimanfaatkan untuk menciptakan peluang.
Menurut dia, Persijap menjalankan strategi dengan baik pada babak pertama sehingga tidak memberi banyak kesempatan kepada tuan rumah untuk menciptakan peluang bersih.
Bahkan, kata dia, Persijap memiliki dua hingga tiga peluang untuk mencetak gol, tetapi gagal dimemaksimalkan.
Pada babak kedua timnya mempertahankan pendekatan permainan yang sama hingga berhasil mencetak gol lebih dahulu dan berusaha memperkuat organisasi pertahanan untuk menjaga keunggulan.
Namun, Persijap kebobolan pada lima menit terakhir setelah Persebaya menyamakan kedudukan dari bola mati.
"Kami sudah mengetahui Persebaya sangat kuat dalam situasi bola mati dan sudah melatih antisipasinya. Namun, kami tetap kebobolan dan ini menjadi pelajaran bagi tim," ucapnya.
Cortes memilih tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai wasis dan menegaskan timnya akan memusatkan perhatian pada evaluasi permainan.
Ia mengatakan masih banyak aspek yang perlu diperbaiki sehingga Persijap akan fokus menjalankan rencana permainan agar tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Pemain Persijap Pirulo mengatakan pertandingan melawan Persebaya berlangsung sulit karena tuan rumah memiliki pemain-pemain berkualitas.
"Kami harus berkembang dan bekerja lebih keras lagi karena ini merupakan poin tandang pertama kami. Kami sangat senang dengan hasil ini dan sekarang mencoba meraih kemenangan di kandang sendiri di pertandingan selanjutnya," kata Pirulo, dikutip dari Antara.


0 comments