Super League 2026/2027: Persebaya Imbang Lawan Garudayaksa 1-1 | IVoox Indonesia

Super League 2026/2027: Persebaya Imbang Lawan Garudayaksa 1-1

Pemain Garudayaksa FC Brian Alejandro Rubio
Pemain Garudayaksa FC Brian Alejandro Rubio (tengah) berebut bola dengan pemain Persebaya Miguel Pereira (kanan) saat pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion GBT Surabaya, Sabtu (19/9/2026). ANTARA/Rizal Hanafi

IVOOX.id – Persebaya hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Garudayaksa FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, 19 September 2026.

Mengutip Antara, Alex Martins membawa Persebaya unggul pada menit ke-85, tetapi Garudayaksa menyamakan kedudukan melalui Al Hamra Hehanussa empat menit berselang.

Hasil tersebut membuat Persebaya tetap berada di peringkat ketujuh dengan lima poin, sedangkan Garudayaksa menempati posisi ke-13 dengan dua poin.

Pada awal babak pertama, Persebaya berusaha menembus lini pertahanan Garudayaksa melalui Miguel Pereira dan Yan Mabella.

Persebaya mendapat peluang pada menit ke-4 melalui sundulan Yan Mabella setelah menerima umpan sepak pojok dari Diogo Ramalho, tetapi arah bola masih belum tepat sasaran.

Dua menit berselang, giliran Jefferson Silva yang mengancam gawang Garudayaksa, tetapi sepakannya masih belum mengarah ke gawang.

Garudayaksa merespons pada menit ke-8 melalui tendangan Christian Frydek yang mengancam gawang Persebaya kawalan Reza Arya, tetapi bola masih melebar tipis di sisi kanan tiang gawang.

Kedua tim bermain agresif dengan mengandalkan serangan balik, tetapi belum ada peluang yang benar-benar mengancam gawang masing-masing.

Garudayaksa mendapat peluang emas pada menit ke-35 melalui tendangan keras Andik Vermansah dari luar kotak penalti, tetapi bola masih membentur tiang gawang sebelah kanan Persebaya.

Menjelang akhir babak pertama, Persebaya dan Garudayaksa terus berupaya membangun serangan untuk menciptakan peluang, tetapi belum ada yang mampu mencetak gol.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Persebaya langsung memberikan tekanan ke pertahanan Garudayaksa.

Miguel Pereira sempat menceploskan bola ke gawang Garudayaksa pada menit ke-47 melalui sepakan keras, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena salah satu pemain Persebaya dinilai berada dalam posisi offside.

Pada menit ke-65, Garudayaksa mendapat peluang melalui serangan balik yang membuat Arkhan Kaka berhasil menembus pertahanan Persebaya dan melepaskan tendangan ke arah gawang.

Namun, tendangan Arkhan Kaka masih melebar tipis di sisi kanan gawang Persebaya yang dikawal Reza Arya.

Anak asuh Bernardo Tavares terus menekan pertahanan Garudayaksa hingga akhirnya Alex Martins berhasil menceploskan bola ke gawang lawan melalui sundulan pada menit ke-85 setelah menerima umpan Jefferson Silva. Gol tersebut membuat Persebaya unggul 1-0 atas Garudayaksa.

Pada menit ke-89, Garudayaksa dapat menyamakan kedudukan melalui Al Hamra yang tidak terkawal setelah menerima umpan dari Frydek.

Al Hamra Hehanussa kemudian melepaskan tendangan yang berhasil bersarang di gawang Persebaya sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Menjelang berakhirnya pertandingan, Persebaya terus menggempur pertahanan lawan, bahkan pada menit ke-90+2, Gledson sempat melepaskan tembakan namun masih bisa di tepis oleh penjaga gawang Garudayaksa Dominik Holec.

Semenit kemudian, sepakan akrobatik Ramadhan Sananta belum menemui sasaran hingga wasit meniup peluit panjang dengan skor tetap 1-1.

Pada pertandingan selanjutnya, Persebaya akan melakukan laga tandang melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Tuah Patoe Palangkaraya, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Sedangkan Garudayaksa juga melakukan laga tandang melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai gol penyama kedudukan Garudayaksa FC terjadi karena timnya kurang agresif mengantisipasi skema bola mati.

“Kami kebobolan melalui skema bola mati, pada tendangan sudut pendek garis pertahanan tidak naik, tetap sejajar, padahal kami perlu menyerang pemain yang membawa bola dengan lebih agresif,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/9/2026), dikutip dari Antara.

Hasil tersebut membuat pelatih asal Portugal itu frustrasi karena timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

“Saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mengumpulkan tiga poin seperti yang kami inginkan, tetapi inilah sepak bola,” ujarnya.

Selain persoalan penyelesaian peluang, ia juga menghadapi keterbatasan pilihan pemain karena sejumlah pemain tidak bisa bermain.

Kondisi itu membuat pemain lain mendapat kesempatan bermain, termasuk Saddil Ramdani yang disebut Tavares sudah lama tidak bermain secara reguler.

“Mereka bukan mesin, mereka tidak bisa bermain penuh 90 menit,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tavares menilai Persebaya membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi berbagai kondisi sepanjang musim.

“Persebaya merekrut lebih dari 11 pemain karena terkadang ada pemain yang tampil di bawah standar, ada yang cedera, dan kami perlu membangun skuad dan tim dengan segala kondisi ini,” tuturnya.

Pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic mengaku puas timnya mampu membawa pulang satu poin setelah bermain imbang melawan Persebaya Surabaya.

“Saya sangat senang dengan raihan satu poin ini,” kata Milos saat konferensi pers setelah pertandingan usai, dikutip dari Antara.

Menurut dia, Garudayaksa memang lebih banyak bertahan karena Persebaya tampil sangat baik, terutama melalui permainan langsung dan bola-bola ke lini depan.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat anak asuhnya kesulitan menghentikan serangan Persebaya sepanjang pertandingan.

Meski demikian, pelatih asal Serbia itu menilai lini pertahanan Garudayaksa tampil baik dalam menghadapi tekanan dan berhasil menjaga timnya tetap berada dalam pertandingan.

“Para pemain bertahan saya hari ini bermain fantastis dan saya sangat senang dengan satu poin ini,” ujarnya.

Bahkan, kata Milos, timnya berusaha mengandalkan transisi cepat dan serangan balik untuk menciptakan peluang, tetapi tetap tidak mampu menghentikan permainan Persebaya yang tampil agresif.

Oleh karena itu, ia menilai Garudayaksa masih dalam proses membangun tim dan belum memiliki kekuatan penuh karena masih menunggu sejumlah pemain untuk melengkapi komposisi skuad.

“Saya tahu bahwa kami tidak seimbang hari ini, tetapi kami pantas mendapatkannya karena kami banyak berjuang dan banyak berlari,” kata Milos.

0 comments

    Leave a Reply