Stok Hewan Kurban di Jabar untuk Iduladha 2026 Dipastikan Aman, Pasokan Sapi dan Domba Meningkat | IVoox Indonesia

May 21, 2026

Stok Hewan Kurban di Jabar untuk Iduladha 2026 Dipastikan Aman, Pasokan Sapi dan Domba Meningkat

antarafoto-upaya-peningkatan-populasi-sapi-lokal-1776761897-1
Pekerja memberi makan sejumlah sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau lokal melalui penerapan teknologi inseminasi buatan untuk memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran dan mencegah penularan penyakit sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau Nasional pada 2026 sebesar 964 ribu ton dimana proyeksi produksi saat ini baru mencapai 479 ribu ton. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

IVOOX.id – Ketersediaan hewan kurban di Jawa Barat untuk Iduladha 2026 mencukupi. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok domba pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai 223.812 ekor. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu 187.395 ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Linda Al Amin mengatakan, ketersediaan sapi juga meningkat pada tahun ini, yakni sebanyak 120.916 ekor. Pada Iduladha tahun lalu, ketersediaan sapi sebanyak 99.565 ekor.

Sementara, jumlah kambing pada tahun ini diperkirakan 61.578 ekor, sedikit menurun dibandingkan tahun lalu 63.319 ekor. Kemudian, untuk kerbau, tersedia sebanyak 700 ekor, jauh meningkat dibandingkan tahun lalu 336 ekor.

Peningkatan pasokan tahun ini disebabkan oleh masih adanya stok hewan kurban tahun lalu yang belum terjual. 

Dikatakan Linda, pengawasan lalu lintas hewan kurban telah dilaksanakan sejak Januari 2026 melalui aplikasi iSIKHNAS. Pihaknya juga memeriksa kelengkapan dokumen ternak seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan sertifikat veteriner (SV). Selain itu, hewan kurban dipastikan telah mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku.

"Saat ini pemeriksaan hewan kurban masih dilakukan dengan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi lapak penjualan hewan kurban dan kandang-kandang peternak. Melihat langsung kondisi kesehatan ternak, kemudian diberi stiker tanda sehat kurban sebagai tanda telah diperiksa," kata Linda dalam siaran pers yang diterima ivoox.id, Rabu (20/5/2026).

Beberapa penyakit hewan kurban yang diantisipasi di antaranya penyakit mulut dan kuku, penyakit kulit berbenjol (LSD), cacingan serta penyakit hewan lainnya.

Selanjutnya, pada H-1 Iduladha nanti, akan dilakukan pemeriksaan antemortem, meliputi kondisi fisik, umur, dan pemeriksaan terhadap gejala-gejala penyakit tertentu seperti cuping hidung, lubang kumlah, dan lainnya.

Setelah ternak disembelih saat Iduladha, pemeriksaan kembali dilakukan (postmortem) terhadap karkas, daging, organ dalam seperti hati, ginjal, limpa, dan paru.

0 comments

    Leave a Reply