Srikandi Merdeka Cup 2026: Thailand ke Final Setelah Kalahkan Malaysia 5-1 | IVoox Indonesia

Srikandi Merdeka Cup 2026: Thailand ke Final Setelah Kalahkan Malaysia 5-1

Tm Nasional Putri U16 Thailand
Tm Nasional Putri U16 Thailand (jersei biru), menghadapi Malaysia (jersei kuning) pada laga semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

IVOOX.id – Timnas Putri U16 Thailand melaju ke final Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Malaysia 5-1 pada semifinal Supersoccer Arena di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Mengutip Antara, dua dari kelima gol Thailand dicetak oleh Kanokporn Wanthong, sedangkan tiga lainnya berasal dari Kawinthida Kikuntod, Zuzana Kordem, dan gol bunuh diri pemain belakang Malaysia Sofia Janne.

Malaysia membalas dari gol Nina. Malaysia juga harus bermain dengan 10 pemain setelahmenit ke-17 akibat kartu merah untuk Nisriena.

Thailand tampil menekan sejak awal pertandingan, sampai membuahkan hasil pada menit kesembilan ketika tendangan Kanokporn Wanthong gagal dihalau sempurna oleh Sofia Janne, yang malah masuk ke gawang sendiri.

Tim asuhan Thidarat Wiwasukhu terus menekan Malaysia, yang melawan dengan mengandalkan striker Lim You yang merupakan top skor sementara, tapi tak mengancam kiper Thailand Deenara Kordem.

Pada menit ke-41, Malaysia menyamakan kedudukan 1-1 melalui Nina yang memanfaatan lemparan ke dalam yang disambut dengan sentuhan kaki. Bola sempat membentur mistar gawang Thailand, sebelum masuk ke gawang Deenara Kordem.

Pada babak kedua, kedua kesebelasan memasukkan pemain pengganti. Namun, Malaysia yang diasuh Fairuz Montana kesulitan keluar dari tekanan.

Thailand unggul 2-1 pada menit ke-51 melalui tendangan jarak jauh Kawinthida Kikuntod, yang meluncur deras ke arah gawang Malaysia.

Thailand memperbesar keunggulan pada menit ke-65 melalui Kanokporn Wanthong. Tendangan spekulasi yang mengarah ke pojok kanan gawang sempat ditangkap kiper Malaysia Putri Aina Husna. Namun, tangkapan yang tidak sempurna membuat bola tetap meluncur pelan masuk ke gawang.

Thailand memperbesar keunggulan pada menit ke-75. Kanokporn Wanthong kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil melepaskan diri dari kawalan lini belakang Malaysia yang diakhiri dengan tembakan keras ke gawang tanpa bisa dihalau kiperas Malaysia.

Thailand terus membombardir Malaysia hingga kembali mencetak gol pada menit ke-86 dari Zuzana Kordem yang membuat skor berubah. 5-1.

Pada menit 90+2, Thailand mendapat peluang emas menambah gol lewat Phonnapat Phapyai namun tendangannya dihalau oleh kaki kiper Malaysia sampai ke luar lapangan.

Kemenangan ini mengantarkan Thailand ke final, untuk bertemu pemenang laga semifinal lainnya antara Timnas Putri U16 Garuda Pertiwi Indonesia dan Yordania.

Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu mengatakan salah satu kunci kemenangan timnya atas Malaysia dalam semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 karena berhasil membongkar pertahanan lawan.

"Kami mengapresiasi kerja sama tim dalam membongkar pertahanan lawan. Hal itu menjadi salah satu kunci kemenangan kami," kata dia dalam konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Antara. 

Menurutnya, skuad nya masih mencoba menemukan ritme bermain pada wal laga, tapi Kawinthida Kikuntod cs menjalankan instruksi pelatih sehingga menang.

"Kami sempat kehilangan kendali dan membiarkan Malaysia bangkit. Namun, saya bangga dengan cara tim merespons dan terus berjuang bermain sesuai taktik yang kami rencanakan. Kami menghormati setiap lawan," kata Wiwasukhu.

Para pemain, kata Wiwasukhu, selalu diingatkan tidak menganggap remeh lawan karena semua tim kuat dan setiap laga adalah tantangan baru.

"Saya harus membuat para pemain bermain dengan percaya diri dan menikmati permainan. Di babak final nanti, kami akan fokus pada diri sendiri, menganalisis dengan cermat dan bersikap sebaik mungkin," ujar Wiwasukhu.

Menurut dia semua orang di dalam timnya saling membantu sehingga para pemain bermain sesuai taktik yang direncanakan.

"Kami bermain sesuai taktik yang telah kami siapkan dan latih selama ini. Meskipun hari ini Malaysia tampil dengan kekuatan penuh dengan skuad lengkap sebelas pemain saya tetap yakin kami bisa menang," kata Wiwasukhu.

Wiwasukhu bertekad menjuarai turnamen ini sehingga pemain-pemainnya harus terus bersiap dan berlatih.

Sementara, pelatih Timnas Putri U-16 Malaysia Fairuz Montana berharap turnamen Srikandi Merdeka Cup di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.

"Turnamen yang diikuti tim nasional dari tujuh negara ini, memiliki kualitas penyelenggaraan yang sangat baik dan dinilai menyerupai kejuaraan dunia atau World Cup. Semoga dalam jangka dua tahun mendatang akan digelar kembali," kata Fairuz dalam konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Antara.

"Kami juga berharap tim Malaysia kembali diundang. Jangan lupakan kami di sini. Saya memang salut dengan penyelenggaraan turnamen ini, terutama terhadap organizer dan PSSI.

Dia menilai penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup sangat rapi, bagus, dan terpadu.

"Kalau saya beri nilai, mungkin 200. Semuanya bagus. Seperti World Cup lah, bus ada, semua ada nama. Saya rasa turnamen ini bagus, bagus untuk persiapan semua tim. Sehingga diharapkan tidak hanya digelar tahun ini saja," kata dia.

Fairuz kemudian menyoroti kekalahan 1-2 Malaysia dari Thailand pada semifinal ketika Malaysia harus bermain dengan 10 pemain setelah seorang pemainnya mendapat kartu merah.

"Kami perlu memperbaiki dan kita akan tengok video balik bagaimana mereka membuat terjangan, tekel. Di situ nanti kita akan revisi balik apa yang patut kita monitor untuk pemain, terutama dua pemain yang mendapatkan kartu merah sepanjang kompetisi ini," kata Fairuz.

Dia menegaskan keputusan wasit merupakan keputusan final yang harus diterima secara profesional.

Malaysia, kata dia, pihaknya tidak ingin mempermasalahkan keputusan pengadil lapangan dalam pertandingan itu.

Fairuz tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang memberikan perlawanan meski bermain dengan 10 pemain.

"Tapi mungkin belum rezeki anak-anak saya kali ini. Tapi tak apa, ini pengalaman yang bagus. Kita pun bertemu dengan pasukan yang dikatakan favorit," ujarnya.

Fairuz berharap kekalahan tersebut tidak membuat para pemainnya frustrasi karena mayoritas pemain Malaysia masih berusia 14-15 tahun.

"Tugas saya sekarang adalah balik menaikkan semangat mereka. Pemain-pemain saya masih muda dan saya tidak mau mereka menganggap kejadian ini sebagai sesuatu yang negatif. Ini adalah pengalaman bagi mereka," katanya.

0 comments

    Leave a Reply