Srikandi Merdeka Cup 2026: Malaysia Peringkat Ketiga Setelah Menang Lawan Yordania 4-0 | IVoox Indonesia

Srikandi Merdeka Cup 2026: Malaysia Peringkat Ketiga Setelah Menang Lawan Yordania 4-0

pemain Malaysia berjibaku merebut bola dari penguasaan pemain Yordania
Salah satu pemain Malaysia berjibaku merebut bola dari penguasaan pemain Yordania dalam laga perebutan posisi ketiga turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

IVOOX.id – Timnas Putri U16 Malaysia meraih peringkat ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania dengan skor 4-0 pada pertandingan perebutan tempat ketiga di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu, 23 Agustus 2026.

Mengutip Antara, empat gol kemenangan Malaysia masing-masing tercipta melalui gol bunuh diri pemain Yordania, Eman Muhannad pada menit ke-2, kemudian Lim You menit ke-40, Keisha Adeliena melalui tendangan penalti menit ke-51, serta Isabella menit ke-90+4.

Sejak peluit awal dibunyikan, Malaysia langsung tampil agresif dengan menekan pertahanan Yordania. Tekanan tersebut langsung membuahkan hasil ketika laga baru berjalan dua menit.

Eman Muhannad Mahmoud yang berusaha menghalau bola mengarah ke gawang justru membuat bola masuk ke gawang sendiri. Malaysia pun unggul cepat 1-0.

Tertinggal satu gol, Yordania berusaha memberikan perlawanan melalui umpan-umpan panjang dan terobosan untuk membongkar pertahanan Malaysia. Namun, rapatnya lini belakang Malaysia membuat serangan Yordania belum mampu memberikan ancaman berarti kepada kiper Putri Aina Husna.

Tim asuhan Luna Rami Amin Almasri tersebut masih kesulitan keluar dari tekanan Malaysia hingga menjelang akhir babak pertama.

Memasuki menit ke-40, Malaysia kembali memperlebar keunggulan. Pemain bernomor punggung 21, Lim You, melepaskan tendangan keras dari sisi kanan pertahanan Yordania.

Kiper Yordania, Maya Sheeham, sempat menepis bola, tetapi bola tetap melaju masuk ke gawang. Malaysia unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pelatih Yordania melakukan pergantian dua pemain untuk menambah tenaga baru di lapangan. Malaysia juga melakukan pergantian pemain untuk menjaga keunggulan.

Malaysia tetap mampu menguasai jalannya pertandingan dan kembali melancarkan serangan. Tekanan tersebut berbuah pelanggaran di dalam kotak penalti Yordania.

Keisha Adeliena yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Pemain bernomor punggung 9 itu sukses mengonversi tendangan penalti menjadi gol pada menit ke-51. Skor berubah menjadi 3-0 untuk Malaysia.

Menit ke-88, Malaysia sempat mencetak gol untuk menambah keunggulan memanfaatkan bola kemelut di depan gawang Yordania, namun salah satu pemain Malaysia terjebak offside.

Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Malaysia, akhirnya bisa menambah keunggulan menjadi 4-0 di menit ke-90+4 lewat Isabella Saffiya.

Yordania berusaha memperkecil ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga wasit Agung Setiyawan meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Malaysia pun memastikan diri di posisi ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan kemenangan telak 4-0 atas Yordania. Pertandingan perebutan gelar juara antara Thailand melawan Garuda Pertiwi digelar pada Minggu malam.

Pelatih Timnas Putri U-16 Yordania Luna Rami Amin Almasri mengakui keikutsertaan timnya dalam turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi pengalaman berharga bagi para pemainnya.

"Turnamen yang berlangsung di Supersoccer Arena Kudus ini menghadirkan persaingan sengit dengan tim-tim tangguh. Kondisi itu menjadi kesempatan bagi anak asuhnya untuk mendapatkan pengalaman sebelum menghadapi babak kualifikasi AFC," ujarnya Luna saat konferensi pers di Supercaffe, Supersoccer Arena Kudus, Minggu (23/8/2026), dikutip dari Antara.

Sejujurnya, kata dia, mulai dari tuan rumah, keramah-tamahan, hingga persaingannya sangat sengit. Tim-tim yang berpartisipasi sangat tangguh. Sehingga dengan menghadapi tim-tim tangguhlah pemainnya bisa mendapatkan pengalaman yang dicari.

Ia menilai intensitas pertandingan dalam turnamen tersebut cukup tinggi. Para pemain harus menjalani lima pertandingan dalam waktu delapan hari, sehingga kondisi fisik dan mental pemain cukup terkuras.

"Para pemain kami kelelahan secara fisik dan mental, karena bermain lima pertandingan dalam delapan hari itu sungguh berat," katanya.

Meskipun demikian, Luna menyebut para pemain telah mendapatkan pengalaman yang mereka cari selama mengikuti turnamen tersebut.

Kini, menurut dia, giliran tim pelatih untuk mengevaluasi dan mengambil pelajaran dari pengalaman selama berada di Kudus. Hasil evaluasi tersebut akan diterapkan dalam persiapan menghadapi babak kualifikasi AFC.

"Menurut saya, mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Kini giliran kami sebagai pelatih untuk belajar dari pengalaman ini dan menerapkannya agar para pemain bisa bersiap dengan sebaik-baiknya untuk babak kualifikasi," ujarnya.

Luna mengatakan turnamen Srikandi Merdeka Cup dirancang sebagai ajang kompetisi bagi tim-tim dari kawasan Asia Barat dan wilayah lainnya. Dalam turnamen tersebut, Jordania juga tidak membawa seluruh pemain intinya.

Ia menyebut hanya sekitar lima hingga enam pemain inti yang dibawa, sehingga turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi pemain lainnya untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan berkembang.

Meskipun hasil yang diraih belum sesuai dengan harapan, Luna tetap menganggap keikutsertaan Yordania di Srikandi Merdeka Cup sebagai sebuah keberhasilan.

"Bagi kami ini adalah kemenangan besar," katanya.

Sementara itu, pelatih Malaysia Fairuz Montana mengungkapkan kunci kemenangan timnya meraih posisi tiga karena sebelumnya ada pengarahan terhadap pemain agar bekerja keras untuk mempersembahkan trofi buat orang tua maupun keluarga yang ikut membantu mengeluarkan biaya perjalanan.

"Keluarga, baik ayah maupun bunda selama ini banyak berkorban waktu maupun uang ringgit. Ini kesempatan kita untuk membalas jasa mereka yang senantiasa di belakang para pemain," ujarnya saat ditanya kunci keberhasilan meraih peringkat tiga usai mengalahkan Yordania dengan skor 4-0 saat konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengakui dalam pengarahan yang diberikan pada Sabtu, 22 Agustus 20256, malam, dirinya hanya menyampaikan satu hal itu. "Sehabis pertandingan 50 menit pastikan medali bagi keluarga, orang tua, bunda, dan ayah."

Selain hal itu, kata dia, dirinya tidak menyampaikan hal lainnya. Tidak ada hal lain dari hotel sampai ke ruangan pemain sebelum kickoff melawan Yordania.

Dalam pertandingan melawan Yordania, Fairus mengakui melakukan perubahan posisi Lim Yu untuk bertukar posisi dengan Nina sebagai antisipasi Yordania melakukan antisipasi terhadap peraih top skor sementara itu.

Sementara itu, Kapten Tim Malaysia Keisha Adeliena mengakui penampilannya dalam pertandingan ini merupakan yang terbaik sepanjang turnamen.

"Pertandingan sebelumnya, saya memang belum terlalu puas dengan penampilan. Tapi lagi-lagi motivasi dari pelatih dan juga rekan-rekan tim yang lain bisa kembali membuat semangat bangkit lagi," kata Adeliena, dikutip dari Antara.

Ia mengakui bisa tampil maksimal juga karena tidak akan terjadi tanpa kerja keras dan bantuan dari rekan tim dan juga pelatih.

"Terima kasih untuk seluruh staf pelatih yang sudah mengarahkan dan memberi petunjuk kepada para pemain di turnamen ini," ujarnya.

Ia juga bertanding sesuai arahan pelatih demi membuat bangga orang tua dan keluarga di rumah bangga, termasuk para pelatih beserta jajaran.

0 comments

    Leave a Reply