Soal Rencana Pemerintah bentuk BUMN Tekstil, Komisi VI DPR: Strategis Selamatkan Industri dan Tekan PHK | IVoox Indonesia

April 6, 2026

Soal Rencana Pemerintah bentuk BUMN Tekstil, Komisi VI DPR: Strategis Selamatkan Industri dan Tekan PHK

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Khalid
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Khalid, saat memimpin pertemuan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan. IVOOX.ID/doc DPR RI

IVOOX.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menilai rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tekstil sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan industri tekstil nasional yang tengah menghadapi tekanan berat. Penurunan produksi yang disertai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah dinilai membutuhkan intervensi kebijakan yang terukur dan berorientasi jangka panjang.

Menurut Nurdin, melemahnya kinerja industri tekstil dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari persoalan inefisiensi operasional dan manajerial yang telah berlangsung cukup lama. Dalam konteks itu, gagasan pemerintah melalui Danantara untuk membentuk BUMN Tekstil dinilainya sebagai upaya konkret untuk membenahi tata kelola industri sekaligus meningkatkan daya saing pabrik tekstil nasional.

“Saat ini banyak industri tekstil mengalami penurunan produksi dan PHK, salah satunya karena inefisiensi. Ide pemerintah melalui Danantara membentuk BUMN Tekstil itu dalam rangka meningkatkan kinerja pabrik, menciptakan efisiensi dan efektivitas, supaya industri tidak gulung tikar,” ujar Nurdin dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Minggu (25/1/2026).

Ia menilai, dengan dukungan manajemen yang lebih profesional dan terintegrasi, BUMN Tekstil berpotensi menjadi motor penggerak kebangkitan industri tekstil nasional. Kehadiran negara melalui BUMN juga diharapkan mampu memberikan kepastian usaha di tengah ketatnya persaingan global dan derasnya produk impor.

Lebih lanjut, Nurdin mengungkapkan bahwa pembentukan BUMN Tekstil juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya manusia berpengalaman yang sebelumnya terdampak PHK. Ia mencontohkan, tenaga kerja dari perusahaan tekstil besar seperti Sritex yang telah memiliki keahlian dan jam terbang tinggi dapat direkrut kembali untuk memperkuat operasional BUMN Tekstil.

“SDM yang sudah berpengalaman bisa direkrut ke BUMN Tekstil, sehingga lebih produktif dengan manajemen yang baru dan terobosan manajemen,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi jangka pendek untuk menyerap tenaga kerja yang terkena PHK, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas produksi dan efisiensi industri tekstil nasional.

Nurdin juga menekankan bahwa pembentukan BUMN Tekstil merupakan bagian dari strategi besar Danantara sebagai superholding BUMN. Melalui peran tersebut, Danantara diharapkan mampu melakukan revitalisasi dan restrukturisasi unit-unit usaha yang dinilai masih memiliki potensi, namun terkendala persoalan manajemen dan permodalan.

“Danantara sebagai pusat pengelolaan seluruh BUMN memiliki peran dalam membentuk dan merevitalisasi unit usaha agar lebih sehat dan produktif,” kata Nurdin.

0 comments

    Leave a Reply