SKK Migas Sebut Eni Ambil Langkah FID pada Proyek Gas Laut Dalam Kalimantan Timur | IVoox Indonesia

21 Maret 2026

SKK Migas Sebut Eni Ambil Langkah FID pada Proyek Gas Laut Dalam Kalimantan Timur

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. ANTARA/Putu Indah Savitri

IVOOX.id – Perusahaan energi global berbasis di Italia, Eni mengambil keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) proyek pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek raksasa senilai 15 miliar dolar AS ini mencakup pengembangan Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub).

"Eni mengambil langkah final investment decision (FID) dalam pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Kaltim," ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, dalam keterangannya, yang dikutip di Balikpapan, Kaltim, Jumat (20/3/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Djoko, keputusan investasi Eni tersebut merupakan sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap sektor hulu migas Indonesia, yang tidak hanya akan meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang.

Keputusan Eni, lanjutnya, menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

"Keputusan FID termasuk cepat karena diambil hanya sekitar 18 bulan setelah persetujuan plan of development (POD) pada 2024, yang mencerminkan percepatan pengembangan proyek migas laut dalam di Indonesia," tambah Djoko.

Proyek tersebut bakal memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang sudah tersedia, antara lain penggunaan fasilitas Jangkrik Floating Production Unit (FPU) dan reaktivasi Train F Kilang LNG Bontang, yang akan menekan biaya sekaligus mempercepat komersialisasi gas.

"Untuk South Hub, dilakukan pada kedalaman laut antara 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik," jelasnya.

Kemudian, untuk North Hub mencakup pengeboran 16 sumur pada kedalaman hingga 2.000 meter, yang terhubung ke fasilitas produksi terapung (floating production storage and offloading (FPSO) baru.

Djoko melanjutkan fasilitas produksi terapung tersebut memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari satu miliar kaki kubik gas per hari atau 1.000 MMSCFD serta 90.000 barel kondensat per hari.

Adapun proyek diperkirakan memiliki potensi sumber daya hingga 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat.

Produksi dari kedua proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029, dengan kapasitas sekitar dua miliar kaki kubik gas per hari.

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG Bontang untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

Investasi Eni bakal memberikan dampak ekonomi luas, yang diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja.

Proyek itu juga akan menjadi bagian dari rencana kerja sama bisnis antara Eni dan Petronas, Malaysia, yang berencana membentuk entitas baru dengan target produksi gabungan lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

"Pemerintah bersama SKK Migas bakal terus mendorong percepatan proyek strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan masyarakat," sebut Djoko.

0 comments

    Leave a Reply