SKK Migas Incar Tambahan Produksi Minyak dari Blok Cepu dan Sumur Rakyat | IVoox Indonesia

26 Maret 2026

SKK Migas Incar Tambahan Produksi Minyak dari Blok Cepu dan Sumur Rakyat

antarafoto-ceor-minas-akan-tambah-produksi-minyak-1760620174-1
Pekerja mengamati tanki minyak gathering station atau stasiun pengumpul minyak 1 di Minas, Siak, Riau, Kamis (16/10/2025). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diharapkan mampu menambah sekitar 2.000 barel minyak per hari (Bopd) dari produksi saat ini 29.000 Bopd melalui proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Lapangan Minas yang akan berjalan mulai Desember 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

IVOOX.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengincar tambahan produksi minyak dari Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan sumur rakyat, untuk mendongkrak produksi minyak pascaledakan jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Rokan.

“Dari GSO (Gas Shut-Off) Exxon Cepu dan sumur rakyat,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Senin (26/1/2026), dikutip dari Antara.

Djoksis, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Exxon berhasil menambah produksi minyak di Blok Cepu melalui pemanfaatan sumur idle (sumur yang saat ini tidak aktif).

Adapun tambahan produksi minyak yang bisa diperoleh dari reaktivasi sumur idle tersebut sekitar 4.500 barel minyak per hari.

Lebih lanjut, untuk tambahan produksi minyak dari sumur rakyat, Djoksis masih memproyeksikan satu sumur menghasilkan sekitar satu barel minyak per hari.

Dengan demikian, dari 45 ribu sumur rakyat yang didata oleh Kementerian ESDM, Djoksis memperkirakan akan terdapat tambahan produksi minyak sekitar 45 ribu barel per hari.

“Iya (sesuai perkiraan awal),” ujar Djoksis.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Rokan, Riau, menyebabkan hilangnya produksi minyak di sumur Rokan sekitar 2 juta barel.

Meskipun kecelakaan, tutur Bahlil, tetaplah ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, Bahlil akan menjatuhkan sanksi bagi pejabat di lingkungan Kementerian ESDM dan BUMN terkait.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyampaikan, untuk menutup produksi minyak yang hilang, Kementerian ESDM memiliki tugas untuk menambah produksi sekitar 5 ribu–6 ribu barel per hari untuk menambal kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas PT TGI.

Sementara itu, Laode memperkirakan produksi minyak di Rokan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

0 comments

    Leave a Reply