Seluruh WNI Peserta Misi Kemanusiaan Sumud Flotilla Tiba di Turki Setelah Dibebaskan Israel | IVoox Indonesia

May 23, 2026

Seluruh WNI Peserta Misi Kemanusiaan Sumud Flotilla Tiba di Turki Setelah Dibebaskan Israel

Sumud Flotilla (1)
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina meminta agar pemerintah dapat membebaskan warga negara Indonesia dan jurnalis yang diculik Israel saat menjalankan misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Cyprus pada 18 Mei 2026. IVOOX/Budi Yanto

IVOOX.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke Jalur Gaza yang dibebaskan dari penjara Israel telah tiba di Istanbul, Turki, jelang pemulangan ke tanah air.

"Alhamdulillah, ke-9 WNI sudah mendarat di Istanbul," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis (21/5/2026), dikutip dari Antara.

Heni menyatakan bahwa sebelum penerbangan kembali ke tanah air, para WNI yang bergabung dalam pelayaran GSF 2.0 tersebut perlu menyelesaikan sejumlah prosedur terlebih dahulu di Istanbul.

"Yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai," ujar Heni.

Tibanya seluruh WNI di ibu kota Turki usai ditahan otoritas Zionis tersebut disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono, yang melaporkan pertemuan itu melalui pernyataan video dengan didampingi kesembilan WNI tersebut.

“Hari ini kami sudah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dengan koalisi GSF, mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat wal afiat,” kata Konjen Darianto melalui video yang disiarkan via Instagram @menluri, dikutip dari Antara.

Namun demikian, para WNI tersebut tak luput dari kekerasan fisik yang dilakukan personel Zionis Israel. Dia mengatakan, mereka mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum saat ditahan.

Kesembilan WNI tersebut juga telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melalui panggilan video.

Adapun sebelumnya, Menlu RI memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang diculik Israel telah dibebaskan dan dalam perjalanan kembali ke tanah air.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Sugiono dalam pernyataannya, dikutip dari Antara.

Sugiono mengapresiasi semua pihak di Indonesia serta mitra di luar negeri yang membantu perjuangan dalam membebaskan seluruh WNI tersebut. Ia secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Turki.

Indonesia Kecam Tindakan Tak Manusiawi Israel

Pemerintah Indonesia mengutuk keras tindak kekerasan dan penganiayaan kepada peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang diculik pasukan Zionis Israel awal pekan ini.

“Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melalui pernyataan pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (21/5/2026), dikutip dari Antara.

Sugiono menuturkan tindakan yang merendahkan martabat tersebut merupakan pelecehan terhadap hukum internasional, terlebih jika dilakukan terhadap para relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang melakukan misi kemanusiaan untuk meredakan penderitaan warga Palestina di Gaza.

“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta pelayaran GSF 2.0 yang diculik Israel telah dibebaskan, dan saat ini sudah dalam perjalanan keluar Israel.

Para WNI tersebut terlebih dahulu akan diterbangkan ke Istanbul, Turki, sebelum penerbangan akhir untuk pulang ke tanah air.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” tutur Menlu RI.

Para relawan GSF dikonfirmasi telah dibebaskan dari penjara di Israel usai kapal-kapal mereka disergap pasukan Zionis pada awal pekan ini. Mereka disebut sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel menuju Turki.

Namun demikian, mereka dilaporkan mengalami tindakan kekerasan yang tidak manusiawi selama ditahan otoritas Zionis, seperti dipukuli, disetrum listrik, dan ditembaki peluru karet, sehingga menyebabkan luka serius pada beberapa korban.

Sebuah video yang beredar di media sosial bahkan memperlihatkan pejabat keamanan nasional rezim Zionis Itamar Ben-Gvir menghina aktivis pro-Palestina yang diikat dan dipaksa berlutut selama penahanan.

0 comments

    Leave a Reply