Seluruh Jamaah Haji Indonesia Ditempatkan di Markaziyah Madinah | IVoox Indonesia

April 25, 2026

Seluruh Jamaah Haji Indonesia Ditempatkan di Markaziyah Madinah

antarafoto-manasik-jamaah-calon-haji-di-semarang-1777089552-1
Jamaah calon haji melakukan tawaf saat manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 337 calon haji mengikuti kegiatan manasik haji sebagai penerapan ilmu dan meningkatkan pemahaman serta kesiapan fisik dalam melaksanakan ibadah haji 2026 di tanah suci. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

IVOOX.id – Seluruh jemaah haji reguler Indonesia tahun ini ditempatkan di kawasan markaziyah atau ring utama di sekitar Masjid Nabawi, yang menjadi lokasi paling dekat dengan pusat ibadah di Kota Madinah.

Kepala Seksi Akomodasi PPIH Arab Saudi, Zaenal Muttaqin, mengatakan kawasan markaziyah merupakan area favorit bagi jamaah dari berbagai negara karena letaknya yang strategis, sehingga ketersediaan hotel di wilayah tersebut sangat terbatas.

“Seluruh jamaah haji reguler Indonesia, sekitar 203 ribu orang, seluruhnya bisa ditempatkan di daerah markaziyah,” ujar Zaenal dikutip dari rekaman yang diterima pewarta, Sabtu (25/4/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, meski kapasitas hotel terbatas dan menjadi rebutan banyak negara, Indonesia berhasil memperoleh alokasi penuh di kawasan tersebut untuk seluruh jamaahnya.

Menurut Zaenal, karakter hotel di markaziyah cukup bervariasi, dengan kapasitas kamar mulai dari dua hingga lebih dari empat orang. Namun, penempatan tersebut mengutamakan kemudahan akses bagi jamaah untuk beribadah.

“Yang paling utama adalah jamaah bisa setiap waktu salat di Masjid Nabawi tanpa harus bersusah payah, cukup berjalan kaki,” katanya.

Terkait potensi keluhan jamaah terhadap akomodasi, Zaenal memastikan PPIH telah menyiapkan berbagai kanal pengaduan, mulai dari tim krisis, tim sigap, hingga layanan berbasis digital seperti WA Center dan aplikasi Kawal Haji.

Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di daerah kerja (daker) Madinah bersama tim sektor di lapangan.

Meski demikian, ia mengakui tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara instan karena memerlukan koordinasi dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi, termasuk pemilik hotel dan pengelola setempat.

“Kalau semua berjalan lancar, proses penempatan jamaah dari menerima kunci hingga masuk kamar bisa selesai dalam 15 menit. Namun jika ada kendala, tentu membutuhkan proses,” ujarnya.

Zaenal juga menegaskan bahwa petugas secara rutin melakukan pemantauan harian dengan berkeliling ke hotel-hotel guna memastikan layanan akomodasi, konsumsi, dan kesehatan jamaah berjalan optimal.

Ia pun meminta masyarakat dan keluarga jamaah di Indonesia untuk memahami bahwa setiap proses penanganan keluhan memiliki waktu penyelesaian yang bervariasi, tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi.

0 comments

    Leave a Reply