Satu Bayi Penumpang Lion Air Teridentifikasi

IVOOX.id, Jakarta - Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri mengidentifikasi satu dari dua bayi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Tanjung Pakis pada 29 Oktober.

Komandan Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer mengumumkan hasil identifikasi korban Lion Air, Selasa (6/11) /Foto istimewa

IVOOX.id, Jakarta – ┬áTim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri mengidentifikasi satu dari dua bayi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Tanjung Pakis pada 29 Oktober.

Komandan Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer mengumumkan, Rabu (7/11)  malam, bayi bernama Rafezha Widjaya usia satu tahun sembilan bulan teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis.

Meski demikian, Lisda tidak dapat menjelaskan detail pemeriksaan medis untuk mengidentifikasi Rafezha.

Hasil identifikasi, Lisda menyebut, diketahui dari pencocokan data post mortem dan ante mortem pada sidang rekonsiliasi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Selain Rafezha, tim DVI juga berhasil mengidentifikasi kakaknya, korban atas nama Radhika Wijaya, laki-laki, berusia empat tahun melalui pemeriksaan DNA dan medis.

Dalam kesempatan itu, Lisda mengungkapkan masih mendalami satu bayi yang juga menjadi korban pesawat Lion Air PK-LQP. “Untuk identifikasi, kami tidak berpatokan pada manifes penumpang. Anggapannya memang jika satu bayi berhasil diketahui, sisanya harusnya juga diidentifikasi. Namun, kerja kami tidak seperti itu,” jelas Lisda, seperti dilansir Antara

Ia menegaskan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap tiap objek yang ditemukan, sehingga jenazah yang teridentifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan profesional.

Hingga hari kesepuluh pencarian, tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 51 penumpang, terdiri atas 40 laki-laki, dan 11 perempuan.