RSF: Jurnalisme Penting untuk Menjaga Akuntabilitas Demokrasi | IVoox Indonesia

RSF: Jurnalisme Penting untuk Menjaga Akuntabilitas Demokrasi

antarafoto-aksi-solidaritas-jurnalis-di-makassar-1762251929-1
Sejumlah jurnalis membentangkan spanduk saat melakukan aksi solidaritas yang digelar Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulsel bersama pers mahasiswa dan lembaga independen di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/11/2025). Aksi gabungan tersebut untuk mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar menghormati mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers dan menghentikan upaya hukum yang mengancam kemerdekaan pers di Indonesia seperti gugatan terhadap Tempo sebesar Rp200 miliar atas pemberitaan investigasinya. ANTARA FOTO/Arnas Padda

IVOOX.id – Manajer Advokasi Biro Asia-Pasifik Reporters Without Borders (RSF) Aleksandra Bielakowska mengatakan jurnalisme berperan penting menjaga akuntabilitas demokrasi di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan terhadap kepercayaan publik kepada media.

Reporters Without Borders adalah organisasi internasional non-pemerintah dan nirlaba yang mendedikasikan diri untuk melindungi serta mempromosikan kebebasan pers dan kebebasan informasi di seluruh dunia.

Aleksandra menuturkan jurnalisme memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses verifikasi dan pemeriksaan fakta.

“Jurnalis bekerja tidak hanya berdasarkan etika jurnalistik khusus, tetapi juga standar verifikasi informasi dan pemeriksaan ulang fakta yang ketat. Mereka tidak sekadar menyebarkan apa pun yang beredar secara daring begitu saja,” kata Aleksandra dalam kunjungan delegasi media dalam kerangka New Southbound Policy Taiwan di Taipei, Selasa (18/8/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, disiplin verifikasi membedakan kerja jurnalistik dari informasi digital yang tidak melalui pemeriksaan memadai, termasuk disinformasi.

Proses tersebut dinilai pihaknya akan sangat membantu masyarakat menentukan informasi yang dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi.

Aleksandra juga menyoroti munculnya narasi yang mempertanyakan kredibilitas media di tengah berbagai tantangan dalam ekosistem informasi.

“Padahal, kenyataannya media adalah penawarnya,” ujarnya.

Menurut dia, jurnalisme tetap memiliki fungsi penting dalam demokrasi dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan.

“Selama demokrasi masih ada, kita membutuhkan Anda (jurnalis) untuk membantu menjaganya. Ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan sistem yang telah kita bangun selama bertahun-tahun dan memastikan adanya akuntabilitas,” katanya.

Aleksandra menilai dukungan terhadap jurnalis dan kebebasan pers diperlukan agar mereka dapat menjalankan tugas secara profesional, terutama ketika ruang kebebasan pers menghadapi pembatasan.

Ia mengakui tidak ada jawaban pasti untuk mengatasi tantangan kepercayaan publik terhadap media. Namun, konsistensi menjalankan tugas jurnalistik dan mempertahankan standar profesional menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Pandangan Aleksandra sejalan dengan penekanan pentingnya verifikasi dalam jurnalisme profesional di Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Nezar Patria sebelumnya mengatakan verifikasi merupakan kunci jurnalisme profesional di era digital.

Menurut dia, disiplin verifikasi menjadi ciri utama yang membedakan jurnalisme dari konten media sosial di tengah maraknya disinformasi.

Sementara itu, Direktur Utama LKBN Antara Benny Siga Butarbutar menekankan semakin pentingnya peran media dalam menjaga akurasi informasi publik di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

0 comments

    Leave a Reply